JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kenapa Tarif Tol di Indonesia Mahal? Ini Penjelasan Ekonom

11 Februari 2019, 17:14:26 WIB
Kenapa Tarif Tol di Indonesia Mahal? Ini Penjelasan Ekonom
Ilustrasi Jalan Tol Trans Jawa. (RAKA DENNY/JAWAPOS)
Share this

JawaPos.com – Mahalnya tarif tol Trans Jawa masih menjadi pembicaraan yang hangat di kalangan pengusaha dan masyarakat. Tarif yang diberikan pemerintah dinilai terlalu mahal dan bukan menjadi soliusi bagi sektor transportasi maupun logistik.

Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal menilai wajar jika sejumlah tarif tol di Tanah Air masih mahal. Pasalnya, belanja operasional (operasional expenditure) dan belanja modal (capital expenditure) yang dikeluarkan pemerintah maupun badan usaha besar.

Apalagi di daerah yang mahal harga tanahnya, jadi memang cukup tinggi tarifnya. Kalau dibandingkan dengan ASEAN itu relatif, kalau dibandingkan dengan Singapura, tentu mereka lebih tinggi," ujarnya di Hongkong Cafe, Jakarta, Senin (11/2).

Menurut dia, tarif mahal bukan masalah utama dari pembangunan jalan tol yang masif. Dia menilai, poin penting dari pembangunan itu ialah dampak bagi perekonomian masyarakat.

"Nah ini sebenarnya butuh waktu. Tinggal nanti berdasarkan pandangan Bank Dunia, feasibilities studinya dibuat lebih baik. Bukan artinya tidak butuh jalan tol, itu masih dibutuhkan. Tapi nanti jalan tol seperti apa yang dibutuhkan? Jalan tol yang hubungkan dari industri ke industri, bisa turunkan harga, yang bisa turunkan gap antara yang kaya dan miskin," kata dia.

Meski demikian, dia menilai jalan tol yang telah dibangun saat ini sudah memenuhi kebutuhan terhadap daerah-daerah yang sebelumnya terbatas dalam kinektifitas. Fithra pun mengingatkan agar ke depannya pembangunan infrastruktur harus disesuaikan dengan kebutuhan daerahnya.

"Proyek infrastruktur itu secara pertumbuhan ekonomi mungkin tidak berdampak langsung karena pertama, mungkin butuh waktu lebih lama lagi atau di sisi lain banyak proyek yang dibuat tanpa perencanaan yang solid, seperti assesment dari World Bank, sehingga ke depan proyek ini tidak bisa top down, tapi bottom up, tidak semua butuh jalan tol. Jadi perlu disesuaikan dengan kebutuhan daerah," tandas dia.

Editor           : Teguh Jiwa Brata
Reporter      : Hana Adi

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up