JawaPos Radar

Perang Dagang AS - Tiongkok Picu Investasi Turun di Triwulan II-2018

14/08/2018, 13:59 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Perang Dagang AS - Tiongkok Picu Investasi Turun di Triwulan II-2018
Ilustrasi (Dok. JawaPos.Com)
Share this

JawaPos.com – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempublikasikan data realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) periode Triwulan II (April-Juni) 2018 mencapai angka sebesar Rp 176,3 triliun. Mengalami peningkatan sebesar 3,1 persen. Tturun dibanding triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 185,3 triliun atau turun 4,9 persen.

Kepala BKPM Thomas Lembong mengungkapkan, terjadi perlambatan realisasi investasi pada triwulan II menjadi 3,1 persen dari sebelumnya 11,8 persen (triwulan I tahun 2018 dibanding triwulan I tahun 2017) dan 12,7 persen (triwulan II tahun 2017 dibanding triwulan II tahun 2016).

“Ada beberapa faktor yang cukup berpengaruh terhadap perlambatan pertumbuhan realisasi investasi triwulan kedua ini dibandingkan dengan triwulan pertama 2018. Harus diakui gejolak kurs Rupiah dan perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok berdampak pada perlambatan laju investasi," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BKPM, Jakarta, Selasa (14/8).

Di sisi lain, tahun politik yang akan berlangsung pada 2019 membuat pengusaha wait and see. Mereka masih menunggu kepastian untuk memastikan kebijakan yang akan diberlakukan pemerintah.

"Selain itu, kita juga telah memasuki tahun politik yang akan berlanjut sampai tahun depan. Di tengah kondisi yang penuh dengan ketidakpastian, investasi kelihatannya cenderung melambat dan para investor bersifat wait and see”, tuturnya.

Dia menambahkan, selama triwulan II Tahun 2018, realisasi PMDN sebesar Rp 80,6 triliun, naik 32,1 persen dari Rp 61,0 triliun pada periode yang sama tahun 2017, dan PMA sebesar Rp 95,7 triliun, turun 12,9 persen dari Rp 109,9 triliun pada periode yang sama tahun 2017.

BKPM juga mencatat realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah DKI Jakarta (Rp 29,9 triliun, 16,9 persen), Jawa Barat (Rp 22,2 triliun, 12,6 persen), Jawa Timur (Rp 16,0 triliun, 9,1 persen), Banten (Rp 14,4 triliun, 8,2 persen); dan Kalimantan Timur (Rp 13,8 triliun, 7,8 persen).

Dia menegaskan, pemerintah akan terus memberikan kemudahan dan insentif bagi para pelaku usaha. Hal itu diharapkan dapat terus mendorong gairah para pelaku usaha agar tidak menunda investasinya.

“Pemerintah akan memastikan bahwa berbagai kemudahan dan penyederhanaan prosedur bagi kegiatan investasi yang sudah dikeluarkan Pemerintah, baik melalui Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden dan Peraturan Menteri/Lembaga terkait, berjalan dengan baik yang dapat memberikan kepastian hukum dan kepastian berusaha. Untuk itu Pemerintah akan selalu membuka diri terhadap berbagai usaha-usaha perbaikan/penyempurnaan apabila para pelaku usaha masih menemui kendala dan hambatan di lapangan," pungkasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up