Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Agustus 2023 | 06.24 WIB

Eksternal Diperkirakan Melempem, Konsumsi Rumah Tangga Mainkan Peranan Penting hingga Akhir Tahun

Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Kamis, (8/6/2023). - Image

Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Kamis, (8/6/2023).

JawaPos.com - Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan perekonomian Indonesia akan menunjukkan ketahanan paro kedua 2023. Meskipun menghadapi tantangan dari perlambatan ekonomi global.

"Sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia kemungkinan besar akan bergeser dari sektor eksternal ke sektor domestik," ucapnya kepada Jawa Pos, Senin (7/8).

Kegiatan ekspor, lanjut dia, diproyeksikan melemah seiring dengan perlambatan ekonomi global. Sehingga menjadi tantangan bagi kinerja sektor eksternal negara.

Sebaliknya, konsumsi domestik diperkirakan tetap kuat didorong oleh faktor-faktor seperti membaiknya mobilitas masyarakat, menurunnya tingkat inflasi, dan kondisi fiskal yang solid.

Faisal menilai, konsumsi rumah tangga akan memainkan peran penting dalam mendorong ekspansi produk domestik bruto (PDB) sepanjang sisa tahun ini. Mobilitas publik kemungkinan akan terus meningkat, yang semakin mendorong konsumsi.

Sejumlah indikator menunjukkan ketahanan konsumsi di tengah penurunan inflasi. Sejalan dengan keberhasilan upaya pemerintah dalam memastikan pasokan dan harga pangan yang stabil.

Lebih lanjut, Faisal berharap pemerintah dapat mempercepat pengeluarannya di semester II tahun ini. Khususnya pada sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan dan pengeluaran terkait persiapan Pemilu 2024. Didukung oleh posisi fiskal yang sehat.

Menurut dia, sumber Gross Fixed Capital Formation (GFCF) atau investasi tetap diproyeksikan mulai bergeser dari investasi non-bangunan dan struktur ke investasi bangunan dan struktur. Sebab, investasi publik diharapkan meningkat.

"Pergeseran ini didukung oleh alokasi anggaran yang lebih tinggi untuk infrastruktur dalam APBN 2023, kelanjutan Proyek Strategis Nasional, proyek hilirisasi, dan pembangunan ibu kota negara baru (IKN)," jelas Faisal.

Namun, perlu dicatat bahwa investasi swasta, khususnya Penanaman Modal Asing (FDI), telah menunjukkan lintasan pertumbuhan yang lebih lambat. Terutama karena risiko yang terkait dengan perlambatan ekonomi global dan pendekatan hati-hati yang diambil oleh investor selama tahun politik.

"Secara keseluruhan, kami perkiraan kami bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menurun menjadi 5,04 persen pada 2023, penurunan moderat dari pertumbuhan 5,31 persen yang terlihat pada 2022," tandasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore