
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8).(Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap harga beras di pasar mulai mengalami penurunan harga. Menurutnya, stok beras kali ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.
Amran mengatakan, stok beras di gudang Bulog RI saat ini mencapat 4,2 ton. Jumlah ini sebelumnya tidak pernah terjadi sejak berdirinya Bulog.
“Ini pertama dalam sejarah Indonesia stoknya 4,2 juta ton selama merdeka. Bulog berdiri tahun 1969, ini pertama dalam sejarah, tidak pernah terjadi," kata Amran usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
"Stok tertinggi, kemudian NTP naik, dan ada yang menarik adalah penyumbang PDB tertinggi pertama, itu jawara adalah pertanian dalam sejarah,” imbuhnya.
Tingginya stok beras membuat harga pasar ikut turun. Berdasarkan data inflasi nasional, bulan September mencatat deflasi beras sebesar 0,13 persen, capaian pertama dalam lima tahun terakhir di masa paceklik.
“Khusus bulan ini, beras terjadi deflasi, yaitu minus 0,13 persen. Lima tahun terakhir, ini pertama di bulan September, di saat paceklik. Itu bisa ditunjukkan datanya, data inflasi minus 0,13 persen,” pungkasnya.
