
Indonesia menempati posisi teratas di kawasan Asia Tenggara dalam kapitalisasi pasar modal, dalam setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. (Biro Pers Setpres)
JawaPos.com — Dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sejumlah kinerja di bidang ekonomi mencatatkan rekor yang positif.
Indonesia kini menempati posisi teratas di kawasan Asia Tenggara dalam kapitalisasi pasar modal, sekaligus mencatat surplus perdagangan tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Hal itu terungkap dalam laporan riset NEXT Indonesia Center, Sabtu (18/10). Di sektor pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Nilai kapitalisasi pasarnya untuk pertama kali dalam sejarah berhasil melampaui angka Rp 15.000 triliun pada Maret 2025.
Pencapaian ini secara resmi menempatkan BEI di atas Singapore Exchange (SGX) sebagai yang terbesar di kawasan ASEAN.
“Lonjakan kapitalisasi pasar menjadi penanda kuatnya kepercayaan pasar terhadap fondasi ekonomi Indonesia dalam satu tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo. Dengan capaian ini, Indonesia resmi menjadi pasar modal terbesar di Asia Tenggara,” tulis NEXT dalam laporannya, dikutip Sabtu (18/10).
Momentum positif ini juga terlihat pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang sukses menembus level psikologis 8.000 untuk pertama kalinya, dan ditutup pada posisi 8.124 pada 16 Oktober 2025.
“Pertumbuhan IHSG menunjukkan kepercayaan investor bahwa perekonomian Indonesia bergerak di jalur yang stabil,” lanjut laporan tersebut.
Di sektor perdagangan, kinerja ekspor dan impor nasional menunjukkan sinyal positif yang kuat. Pada Agustus 2025, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$5,49 miliar, tertinggi dalam tiga tahun terakhir sejak 2022.
Surplus ini terjadi ketika nilai ekspor mencapai US$25 miliar, sementara impor berada di kisaran US$19,5 miliar.
Dilaporkan NEXT, capaian tersebut mencerminkan daya saing industri nasional yang semakin tangguh di pasar global.
Melebarnya surplus bukan sekadar angka, tetapi indikator penting bahwa sektor produksi dalam negeri mampu menjaga ritme ekspor, sekaligus memperkuat penerimaan devisa negara.
Selain itu, kinerja perdagangan luar negeri ini melengkapi dorongan dari sektor pasar modal, yang sepanjang satu tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan tren menguat.
Kondisi ini memperlihatkan fondasi ekonomi Indonesia yang kian solid, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022