
Ekonom global Shan Saeed/(Instagram: Shaday1973).
JawaPos.com - Ekonom global Shan Saeed, menanggapi positif pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,04% secara tahunan (y/y) dan 1,43% secara kuartalan (q/q) pada kuartal III 2025.
Menurut Saeed, hal ini bukanlah tanda perlambatan, melainkan fase mid-cycle consolidation — sebuah jeda sehat dalam lintasan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan.
“Ini bukan perlambatan, tapi konsolidasi sehat di tengah siklus ekonomi yang tetap konstruktif,” ujar Shan Saeed, Global Chief Economist di Juwai IQI, dalam pandangannya, Rabu (5/11)
Menurutnya, Indonesia sedang menunjukkan stabilitas struktural yang jarang dimiliki negara berkembang lain di kawasan. Dengan proyeksi pertumbuhan penuh tahun di kisaran 5,0%–5,8%, Saeed menilai Indonesia masih menjadi jangkar ketenangan makroekonomi di ASEAN, berkat kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang disiplin serta fundamental domestik yang kuat.
Sejumlah indikator utama menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia siap untuk kembali berakselerasi di akhir tahun. PMI manufaktur naik ke 51,2 pada Oktober—memperpanjang fase ekspansi selama 25 bulan berturut-turut—menandakan pesanan baru dan aktivitas ekspor yang sehat.
Surplus perdagangan sebesar USD 3,2 miliar pada September menandai 65 bulan berturut-turut posisi neraca positif, didukung ekspor logam EV seperti nikel, tembaga, dan kobalt.
Di sisi pariwisata, jumlah wisatawan mancanegara mencapai 11,2 juta selama Januari–September, sudah melampaui total 2023. Angka ini diperkirakan menembus 14 juta di akhir tahun dan memberi kontribusi sekitar 1,2 poin persentase terhadap PDB sektor jasa.
Sementara itu, Indeks Penjualan Ritel tumbuh 3,1% y/y pada September, dengan inflasi stabil di 2,86% y/y pada Oktober, menunjukkan daya beli masyarakat tetap solid.
“Dengan PMI di atas 50, surplus perdagangan yang berkelanjutan, dan momentum pariwisata akhir tahun, saya memperkirakan PDB kuartal IV bisa mendekati 5,5–5,6%. Indonesia masih berada di jalur pertumbuhan yang sehat,” kata Saeed yang berbasis di Kuala Lumpur.
Konsumsi dan Ekspor Jadi Mesin Ganda Pertumbuhan
Saeed menekankan bahwa konsumsi domestik dan ekspor adalah dua pilar utama yang menopang ekspansi ekonomi Indonesia. Konsumsi rumah tangga, yang menyumbang 53,8% PDB, tetap kuat dengan Indeks Keyakinan Konsumen di 103,2 pada September. Musim liburan dan bonus akhir tahun diperkirakan akan memperkuat momentum ini.
Di sisi eksternal, ekspor naik 11,4% y/y pada September menjadi USD 23,7 miliar, didorong oleh bahan bakar mineral (+18%), besi dan baja (+15%), serta mesin (+12%). Sementara itu, impor yang naik 7,2% y/y menunjukkan aktivitas produksi dan investasi yang dinamis.
Nilai tukar rupiah stabil di kisaran Rp 15.350 per dolar AS, lebih kuat dibandingkan mata uang kawasan lain.
“Semua kredit patut diberikan kepada Bank Indonesia,” ujar Saeed. “BI telah berhasil menjaga stabilitas struktural rupiah tanpa menekan pertumbuhan kredit,” kata Ekonom jebolan University of Chicago, salah satu universitas ekonomi terkemuka dunia.
Sinergi Fiskal dan Moneter Jadi “Wild Card” Ekonomi RI
Saeed menilai bahwa salah satu kekuatan tersembunyi Indonesia terletak pada sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Defisit fiskal diperkirakan hanya 1,9% dari PDB, menunjukkan disiplin anggaran di bawah kerangka konsolidasi fiskal. Realisasi belanja infrastruktur mencapai 75,3% hingga September, menandakan efek pengganda yang akan muncul di kuartal IV.
Di sisi moneter, suku bunga acuan BI7DRR di 6,00% berhasil menjaga stabilitas rupiah sekaligus menahan inflasi inti di kisaran 1,9–2,0%. Pertumbuhan kredit yang mencapai 9,4% y/y menandakan kebijakan moneter tetap pro-pasar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022