
Miki, pemilik Homebaked Happiness/(Dimas Choirul/jawapos.com).
JawaPos.com - Di sebuah ruangan pelatihan, tiga puluh pelaku UMKM duduk menyimak pemaparan seputar kandungan gizi. Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Pertamina Bina Medika IHC ini bukan sekadar kelas teori—ini adalah ruang belajar yang membuka mata para produsen makanan rumahan tentang pentingnya transparansi informasi gizi bagi konsumen.
Di antara para peserta, Miki, pemilik Homebaked Happiness, tampak mencatat dengan serius. Usaha kue kering yang ia bangun dari masa pandemi 2020 itu kini sudah berkembang pesat, bahkan merambah pasar hingga Singapura dan Malaysia melalui jaringan reseller. Namun, hari itu ia menyadari satu hal penting yang selama ini terlewat.
“Insight yang saya dapat, pentingnya penulisan nilai gizi yang ada di produk saya,” ujarnya di Auditorium Graha Rumah Sakit Pusat Pertamina.
Miki mengaku belum pernah mencantumkan informasi gizi pada kemasannya. Karena itu, kelas ini seperti jendela yang terbuka agar produknya lebih profesional, kredibel, dan ramah konsumen.
“Saya memang belum ada (Kandungan Gizi di merek) mungkin ke depannya saya akan mengurus ini,” katanya. "bisa menjangkau lebih luas lagi pemasarannya. Mungkin Asia Tenggara atau ke mana,” ujarnya sambil tersenyum kecil.
Melisa—pengusaha pastry dan catering/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
Di sisi lain, Melisa—pengusaha pastry dan catering—menjadi peserta yang tak kalah antusias. Baginya, kelas ini memberikan bekal yang sangat relevan dengan dunia kuliner yang ia geluti sehari-hari.
“Dapat ilmu, dapat informasinya yang lebih real, jadi kita tahu tuh produk kita itu banyak komposisinya apa saja,” ujarnya.
Selama dua hingga tiga tahun menjalankan usahanya, ia sudah membiasakan pencantuman nilai gizi pada produk pastry. Namun untuk catering, hal itu belum ia lakukan.
“Kebetulan kalau pastry itu sudah ada. Tapi kalau untuk di catering biasanya belum, ya,” ucapnya.
Hal itu bukan karena tanpa alasan, menurutnya, industri catering bekerja dengan ritme cepat, sering menerima pesanan mendadak, dan harus menyesuaikan rasa dengan selera masyarakat. “Kendalanya hanya di waktu saja sih kalau lagi dapat orderan dadakan,” katanya.
Ketika berbicara soal rasa, Melisa tak menutup-nutupi bahwa penyesuaian gizi kadang membuat dilema. “Pasti mempengaruhi banget. Karena itu catering kan termasuk ada gula, garam, MSG, dan lain-lainnya juga kan,” ungkapnya.
Selera masyarakat yang beragam—asin, manis, gurih—membuat komposisi ideal sulit diterapkan secara mutlak. “Lumayan. karena biasanya mulut Indonesia itu beda-beda jadi ya ketimbang lah,” katanya.
Meski begitu, Melisa tetap optimistis. Ia ingin pelan-pelan menerapkan pengetahuan baru yang didapat hari itu. “Harapannya biar bisa lebih menerapkan komposisi yang saya jalankan usahanya ini,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
