
Menurut Purbaya angka PHK di sepanjang tahun ini merupakan imbas dari kebijakan para pemimpin sebelumnya yang tidak bagus. (Nurul/JawaPos)
JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku baru tahu bahwa pembangunan jembatan Bailey di lokasi Bencana Sumatera masih ngutang. Padahal, ia mengira seluruh keperluan bencana sudah lancar didanai pemerintah lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Terlebih, menurutnya, peran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam bencana yang terjadi ini hanya sebatas membayar segala tagihan yang ada.
"Jadi kalau peran Kemenkeu agak sedikit Pak, karena kami di belakang. Cuma bayar kalau ada tagihan, yang kami tahu kan selama ini satu pintu lewat BNPB. Harusnya sih kita anggap lancar tadinya," kata Purbaya dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Bencana Sumatera secara daring, Selasa (30/12).
Meski mengira lancar-lancar saja, Purbaya justru mengaku baru tahu bahwa rekan kerja di sampingnya, yakni Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak masih memiliki utang terkait penugasannya untuk membangun jembatan di kawasan bencana Sumatera.
Hal itu pun diketahuinya dari curhatan Maruli dalam rapat yang sama-sama dihadirinya siang ini. "Tapi saya baru tahu sebelah saya, punya utang banyak rupanya," ujar Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya melempar pertanyaan kepada KSAD soal apa jaminan yang digunakan para TNI untuk membangun jembatan dari panel-panel logam baja tersebut.
"Bapak kalau ngutang jembatan, jaminannya apa?" tanya Purbaya.
"Ya, tentara, Pak," jawab Maruli singkat yang kemudian justru membuat semua orang dalam rapat ikut tertawa.
Sebelumnya, Jenderal Maruli menyampaikan bahwa penanganan infrastruktur di wilayah terdampak bencana Sumatera banyak dilakukan secara swadaya oleh personel TNI. Maruli mengakui timnya masih kesulitan memahami alur birokrasi sistem keuangan dalam penanganan darurat bencana.
"Sampai dengan saat ini kami belum mengerti sistem keuangannya, Pak. Kita swadaya semua ini, Pak. Ya, sementara mungkin sampai pertengahan bulan depan kita masih kuat, Pak. Setelah itu ya sudah korek-korek, Pak," ungkap Maruli.
Maruli juga menjelaskan bahwa TNI AD telah memborong jembatan armco langsung dari pabrik dalam tiga tahap pengerjaan demi mempercepat akses transportasi masyarakat. Namun, sebagian dari pembelian tersebut masih berstatus utang kepada pihak pabrik.
"Untuk Armco sampai pabrik-pabriknya itu kita borong semua, Pak, habis. Suruh bikin lagi, habis. Udah tiga tahap kita sudah kerjakan. Itu pun ya saya nanti bisik-bisik Bapak aja, Pak, itu masih utang, Pak. Jadi nggak ada masalah sebetulnya bisa masih bisa berlanjut, dan saya meyakini, iya, Pak, saya pura-pura lihat Bapak, Pak," pungkas Maruli.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022