Ditjen Pajak buka suara soal polemik Toge Productions, tegaskan pemeriksaan profesional dan dukungan untuk industri game nasional.
JawaPos.com - Polemik perpajakan yang menyeret Toge Productions akhirnya mendapat tanggapan dari otoritas. Setelah CEO-nya, Kris Antoni, melontarkan kritik keras dan membuka kemungkinan relokasi ke luar negeri, kini Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan klarifikasi resmi.
Meski tidak menyebut nama perusahaan secara spesifik, DJP menegaskan komitmennya menjalankan proses pemeriksaan pajak secara profesional dan sesuai ketentuan perundang-undangan.
DJP: Tak Bisa Bahas Wajib Pajak Tertentu
Dalam pernyataan tertulisnya, DJP menyatakan memahami perhatian publik, terutama dari pelaku industri game dan ekonomi kreatif, atas isu yang tengah berkembang. Namun otoritas pajak menegaskan bahwa mereka terikat aturan kerahasiaan.
“Kami ingin menyampaikan bahwa DJP terikat oleh undang-undang untuk menjaga kerahasiaan data perpajakan, sehingga tidak dapat membahas atau mengomentari kondisi Wajib Pajak tertentu," menanggapi melalui akun X resminya.
Artinya, polemik yang ramai di media sosial tidak akan dijawab secara rinci oleh otoritas, setidaknya dalam konteks kasus individual.
Soal Amortisasi dan Perlakuan Biaya
Menanggapi isu yang beredar terkait kewajiban amortisasi biaya gaji selama masa pengembangan game, DJP memberikan penjelasan normatif.
“Secara umum, ketentuan perpajakan mengatur bahwa perlakuan atas suatu biaya ditentukan antara lain berdasarkan karakteristik dan masa manfaatnya, untuk memastikan penghitungan pajak dilakukan secara adil, proporsional, dan memberikan kepastian hukum," lanjut pernyataan tersebut.
Penjelasan ini mengindikasikan bahwa perlakuan pajak atas suatu biaya tidak semata-mata mengikuti preferensi perusahaan, melainkan ditentukan oleh prinsip akuntansi dan regulasi perpajakan yang berlaku.
Dalam konteks industri game, isu amortisasi memang kerap menjadi perdebatan, terutama karena proses development bisa berlangsung lama sebelum menghasilkan pendapatan. Di sinilah interpretasi atas 'masa manfaat' dan 'kapitalisasi biaya' menjadi krusial.
Tegaskan Ada Ruang Dialog
DJP juga membantah anggapan bahwa pemeriksaan pajak dilakukan sepihak tanpa ruang klarifikasi.
“Kami juga menegaskan bahwa setiap proses pemeriksaan dilaksanakan secara profesional dan objektif, serta memberikan ruang dialog dan klarifikasi kepada Wajib Pajak sesuai ketentuan yang berlaku.”

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
