Plt Direktur Utama LPDP Sudarto. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengimbau keluarga mampu atau kaya yang mendaftar program beasiswa agar tidak mengambil skema pendanaan penuh. Mereka diminta memilih beasiswa parsial agar kuota penerima bisa diperluas bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera.
Untuk diketahui, Beasiswa Parsial adalah beasiswa umum untuk jenjang magister dan doktor yang diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia dengan skema pendanaan bersama antara LPDP dengan individu Penerima Beasiswa.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama LPDP, , menegaskan bahwa secara aturan semua warga negara memiliki hak yang sama untuk mendaftar beasiswa LPDP tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Namun, ia menekankan adanya tanggung jawab moral bagi keluarga yang secara finansial tergolong mapan.
“Untuk yang (keluarga) kaya kami kasih kesempatan parsial. Ini high call untuk bapak ibu keluarga kaya mohon daftarnya yang parsial. Kami beri kesempatan,” ujar Sudarto dalam media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (25/2) malam.
Menurutnya, langkah tersebut bukan pembatasan, melainkan ajakan moral demi pemerataan akses pendidikan. Ia memastikan, hingga saat ini kebijakan tersebut masih sebatas imbauan dan belum menjadi aturan wajib.
“Tapi kalau nggak parsial ya nggak masalah, sekarang hanya imbauan moral. Mudah-mudahan Anda daftarnya parsial, sehingga akan lebih banyak beasiswa yang bisa kami tawarkan kepada anak-anak Indonesia yang lain,” tambahnya.
Sudarto memaparkan, dari total 58 ribu penerima beasiswa LPDP, sebanyak 5.751 orang berasal dari 127 kabupaten daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Selain itu, penerima dari keluarga prasejahtera tercatat mencapai 7.896 orang. Sementara putra-putri Papua yang menerima beasiswa berjumlah 821 orang.
LPDP sendiri menargetkan porsi jalur afirmasi sebesar 30 persen dari total penerima. Saat ini, akumulasi penerima afirmasi sudah mencapai 25 persen.
“Jadi makanya akumulasinya sekarang mencapai 25 persen. Di 3 tahun terakhir kami buat kebijakan di internal LPDP minimal 30 persen adalah untuk afirmasi. Jadi karena apa? No one left behind ini harus inklusif untuk seluruh anak Indonesia,” tukasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022