Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Maret 2026, 07.06 WIB

Peneliti Nilai Kopdes Merah Putih Harus Kembangkan Produk Berbasis Potensi Lokal

Warga membeli kebutuhan sehari-hari pada gerai sembako dan klinik kesehatan Koperasi merah Putih. (Dok/JawaPos.com) - Image

Warga membeli kebutuhan sehari-hari pada gerai sembako dan klinik kesehatan Koperasi merah Putih. (Dok/JawaPos.com)

JawaPos.com-Rencana pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih dinilai perlu belajar dari pengalaman koperasi di masa lalu agar tidak mengulang kegagalan yang sama.

Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, mencontohkan bahwa kegagalan Koperasi Unit Desa (KUD) pada masa lalu dapat menjadi pelajaran penting dalam merancang koperasi baru yang lebih berkelanjutan.

Menurutnya, salah satu penyebab utama kegagalan KUD adalah adanya penyeragaman program di seluruh wilayah Indonesia, tanpa mempertimbangkan kondisi serta potensi ekonomi yang berbeda di tiap desa.

Selain itu, KUD juga dinilai terlalu bergantung pada fasilitas pemerintah sehingga tidak berkembang menjadi lembaga ekonomi yang mandiri.

“Enggak cuma itu, KUD juga cuma ngurusin kegiatan ekonomi usaha tani di sektor hulu yang nilai tambahnya tidak optimal alias relatif kecil. Enggak ada upaya strategi untuk hilirisasi produk pertanian daerah setempat yang dikelola koperasi,” ujarnya kepada JawaPos.com, Minggu (15/3).

Ia menambahkan, lemahnya kaderisasi juga menjadi faktor lain yang menyebabkan banyak koperasi tidak mampu bertahan dalam jangka panjang.

“Faktor kegagalan lainnya adalah kurangnya kaderisasi dan membuat pelaksanaan KUD bergantung pada figur tertentu. Pembentukan pengurusnya pun tidak berbasis pada kebutuhan dan inisiatif masyarakat, membuat legitimasi dan komitmen anggota menjadi lemah,” jelasnya.

Karena itu, Eliza berharap pengembangan Kopdes Merah Putih tidak hanya berfokus pada penyediaan kebutuhan pokok serta layanan keuangan, tetapi juga mampu mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal.

Menurutnya, pengembangan produk berbasis potensi daerah dapat menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi bagi masyarakat desa.

“Ini multiplier effect-nya akan luas, karena menciptakan nilai tambah tinggi, menyerap tenaga kerja lebih banyak sehingga bisa menggerakkan perekonomian lokal,” lanjutnya.

Lebih jauh, Eliza menilai Kopdes Merah Putih bahkan layak menjadi proyek strategis nasional apabila mampu mendorong reindustrialisasi berbasis desa.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto (GDP).

“Nah ke depan pemilihan SDM Kopdes Merah Putih harus betul-betul dikelola yang memang kompeten dalam pengembangan bisnis, bukan cuma sekadar karena dia kepala desa jadi pengawas kopdes atau pengurus kopdes. Jadi SDM ini menentukan keberhasilan kopdes karena mereka yang akan merancang business plan dan pengembangan koperasi,” pungkasnya.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore