
PT Geo Dipa Energi (Persero) memperoleh hibah dari U.S. Trade and Development Agency (USTDA) dalam ajang Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) yang digelar pada 14–15 Maret 2026 di Tokyo, Jepang. (Istimewa)
JawaPos.com - PT Geo Dipa Energi (Persero) memperoleh hibah dari U.S. Trade and Development Agency (USTDA) dalam ajang Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) yang digelar pada 14–15 Maret 2026 di Tokyo, Jepang.
Dukungan senilai USD 3,9 juta atau Rp 60 miliar tersebut akan dimanfaatkan untuk pengembangan proyek percontohan (pilot plant) serta studi kelayakan (feasibility study) ekstraksi lithium di lapangan panas bumi Dieng.
Forum IPEM sendiri menjadi wadah pertemuan antara pemerintah dan pelaku industri guna memperkuat ketahanan energi, meningkatkan investasi, serta membangun rantai pasok energi yang lebih tangguh di kawasan Indo-Pasifik.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Jepang dan National Energy Dominance Council Amerika Serikat, dengan dukungan USTDA serta sejumlah lembaga pemerintah AS seperti Department of State, Department of the Interior, Department of Energy, dan Department of Commerce.
Kesepakatan hibah ditandatangani oleh Direktur Utama GeoDipa, Yudistian Yunis, Deputy Director & Chief Operating Officer USTDA Thomas R. Hardy, serta CEO Lilac Solutions Raef Sully. Penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Komisaris Utama GeoDipa Heri Setiawan.
Direktur Utama GeoDipa menilai dukungan dari USTDA menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama global sekaligus mendorong pengembangan teknologi energi bersih di Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa langkah ini menunjukkan posisi GeoDipa sebagai pelopor dalam pengembangan ekstraksi mineral dari sumber energi panas bumi.
Menurutnya, sinergi antara Indonesia dan Amerika Serikat dapat mempercepat kemandirian pasokan lithium sekaligus membuka peluang hilirisasi dari sumber daya panas bumi.
“Inisiatif ini dapat mendukung pengembangan industri baterai Indonesia dan aplikasi berbasis lithium domestik lainnya dengan membuka nilai tambah dari sumber daya terbarukan,” ujarnya.
Di sisi lain, CEO Lilac Solutions Raef Sully menyoroti besarnya potensi sumber daya panas bumi Indonesia dalam pengembangan mineral kritis. “Ladang panas bumi Indonesia memiliki potensi lithium yang belum dimanfaatkan secara signifikan,” katanya.
Sebagai tambahan, proyek ini akan mengkaji potensi ekstraksi lithium dari fluida panas bumi di wilayah Dieng melalui pemanfaatan teknologi Lilac Solutions.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
