
ILUSTRASI. Gedung KB Bank. (istimewa)
JawaPos.com – Kinerja PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) akhirnya berbalik arah. Setelah mencatat rugi besar pada 2024, bank berkode saham BBKP ini akhirnya membukukan laba bersih Rp66,59 miliar sepanjang 2025.
Capaian tersebut menjadi titik balik penting bagi KB Bank yang sebelumnya mengalami rugi hingga Rp6,33 triliun. Perbaikan kinerja ini tak lepas dari penguatan fundamental bisnis, terutama dari sisi pendapatan bunga dan kualitas aset.
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menegaskan bahwa laba yang diraih merupakan hasil dari transformasi yang dijalankan secara konsisten. Utamanya tak hanya fokus dalam pertumbuhan, tetapi kualitas dan berkelanjutan.
“Pencapaian laba bersih di tahun 2025 merupakan hasil dari disiplin eksekusi strategi transformasi yang kami jalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Kunardy dalam keterangannya, Jumat (3/4).
Oleh karena itu, kata dia, KB Bank akan terus melanjutkan langkah-langkah perbaikan secara prudent, termasuk memperkuat kualitas aset, mendorong pengembangan bisnis berbasis digital, serta mengoptimalkan sinergi dengan KB Financial Group.
"Ke depan, perseroan masih melihat ruang perbaikan, khususnya dalam peningkatan kualitas kredit dan penguatan bisnis. KB Bank juga akan mendorong pengembangan digital serta memperkuat sinergi dengan KB Financial Group," jelasnya.
Lebih rinci ia membeberkan sepanjang 2025, KB Bank mencatat pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar Rp1,19 triliun, naik 3,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp1,15 triliun. Sementara itu, margin bunga bersih (NIM) ikut membaik ke level 1,43 persen.
Tak hanya itu, kualitas kredit juga menunjukkan tren positif. Rasio kredit bermasalah yang masuk kategori loan at risk turun menjadi 20,31 persen, dari sebelumnya 22,76 persen. Penurunan ini menjadi sinyal kuat bahwa strategi penyehatan aset mulai membuahkan hasil.
Dari sisi likuiditas, KB Bank semakin solid, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) membaik ke 91,07 persen, dari sebelumnya 103,26 persen. Perbaikan ini ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), terutama pada giro dan tabungan yang memperkuat struktur pendanaan berbiaya rendah.
Bank ini juga mencatat rasio likuiditas yang jauh di atas ketentuan regulator, dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 220,01 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) 101,82 persen. Sementara itu, rasio kecukupan modal (CAR) berada di level 16,25 persen yang memberikan ruang ekspansi yang cukup lebar.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
