
Pertamina genjot energi baru terbarukan (Dok. Pertamina)
JawaPos.com – Di tengah ketidakpastian geopolitik global yang memicu fluktuasi pasokan dan harga energi, PT Pertamina (Persero) mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai strategi menjaga ketahanan energi nasional.
Langkah ini dinilai krusial di saat energi fosil kian rentan terhadap tekanan global. Pertamina pun menegaskan komitmennya untuk memperkuat bauran energi sekaligus mendorong transisi menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan bahwa pengembangan EBT menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan.
“Pertamina terus memperkuat bauran energi melalui pengembangan energi baru terbarukan. Upaya ini tidak hanya meningkatkan independensi energi nasional, tetapi juga menjadi bagian untuk energi yang lebih bersih bagi lingkungan,” ujar Baron dalam keterangannya, Jumat (3/4).
Hingga akhir 2025, Pertamina telah menghasilkan energi bersih sebesar 8.743 GWh dari berbagai sumber rendah karbon. Salah satu kontributor utama adalah energi panas bumi atau geothermal dengan kapasitas terpasang mencapai 3.271 MW.
Kontribusi tersebut berasal dari berbagai lini bisnis, antara lain pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) sebesar 2,4 MW, gas to power dari Jawa Satu Power sebesar 1.760 MW, gas to power dari Pertamina Power Indonesia sebesar 12,9 MW, energi surya sebesar 55,3 MW, serta panas bumi sebesar 772,5 MW.
Tak hanya di dalam negeri, ekspansi energi bersih juga dilakukan di tingkat internasional. Melalui Pertamina memiliki saham di perusahaan Filipina (CREC) yang menghasilkan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 669,3 MW.
Selain sektor komersial, Pertamina juga mendorong pemanfaatan energi bersih di tingkat masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB). Hingga kini, sebanyak 252 desa telah mengembangkan energi transisi seperti panel surya, mikrohidro, dan biogas.
“Kami berharap dengan pemanfaatan energi transisi, masyarakat desa tak hanya memiliki ketahanan energi, tapi juga penggerak aktivitas ekonomi,” jelas Baron.
Dari total tersebut, 156 desa terbukti mampu memproduksi 15,8 ribu ton beras dan 890,4 ton pangan non-beras, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Langkah Pertamina ini sejalan dengan target pemerintah dalam (RUEN), yang menekankan pentingnya transisi energi dan pengurangan emisi karbon.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
