Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 April 2026 | 02.29 WIB

APBN Defisit Rp 240,1 Triliun hingga Maret 2026, Menkeu Purbaya: Jangan Kaget! 

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul/JawaPos.com) - Image

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul/JawaPos.com)

JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat defisit sebesar Rp 240,1 triliun hingga 31 Maret 2026. Defisit itu setara dengan 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, defisit tersebut merupakan bagian dari desain fiskal pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Itu sebabnya ia meminta angka defisit tidak menjadi sesuatu yang dikhawatirkan.

“Jadi ketika terjadi defisit, masyarakat bapak-bapak dan ibu-ibu jangan kaget, memang anggaran kita didesain defisit,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (6/4).

"Kalau saya belanja lebih merata sepanjang tahun kan, jadi defisit triwulan pertama sekarang ini lebih besar dibandingkan dengan triwulan tahun lalu defisitnya, itu sesuatu yang normal," imbuhnya.

Lebih lanjut, Purbaya juga memastikan bahwa pihaknya akan terus melakukan monitor terhadap keuangan negara tersebut hingga akhir tahun. Mulai dari pendapatan hingga belanja negara.

"Jadi kita amat berhati-hati, dalam memperhatikan hal ini," lanjutnya.

Purbaya membeberkan bahwa sepanjang Kuartal I-2026, pendapatan negara terkumpul Rp 574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan (yoy). Kinerja tersebut terutama ditopang penerimaan pajak yang mencapai Rp 394,8 triliun atau naik 20,7 persen yoy.

Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 67,9 triliun mengalami kontraksi 12,6 persen, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat Rp 112,1 triliun atau turun 3 persen.

Di sisi lain, belanja negara sudah terealisasi Rp 815 triliun atau melonjak 31,4 persen yoy. Belanja pemerintah pusat menjadi kontributor utama dengan nilai Rp 610,3 triliun atau naik 47,7 persen. Adapun transfer ke daerah tercatat Rp 204,8 triliun atau sedikit terkoreksi 1,1 persen.

"Belanja negara lebih cepat tumbuh tinggi 31,4 persen yoy jauh lebih tinggi dari tahun lalu yang tumbuhnya 1,4 persen. Orang bertanya kenapa sekarang lebih cepat karena memang kita maunya begitu," tukasnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore