
PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui Yayasan NHM Peduli membangun infrastruktur Sadakah Farm, sebuah pusat budidaya ikan air tawar yang berlokasi di Desa Soahukum, Kecamatan Kao Barat/(Istimewa).
JawaPos.com - PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui Yayasan NHM Peduli membangun infrastruktur Sadakah Farm, sebuah pusat budidaya ikan air tawar yang berlokasi di Desa Soahukum, Kecamatan Kao Barat. Hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memaksimalkan potensi lokal di berbagai daerah, khususnya penguatan ekonomi desa.
Fasilitas infrastruktur Sadakah Farm ini diresmikan pada 7 April 2026 oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Halmahera Utara. Tak hanya berfungsi sebagai sarana produksi, fasilitas ini juga dirancang menjadi pusat pembelajaran dan konsultasi bagi masyarakat sekitar.
Kehadirannya diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan sekaligus mendorong pengembangan sektor perikanan, tidak hanya di Desa Soahukum tetapi juga di wilayah lain yang memiliki potensi serupa.
Camat Kao Barat, Efroni Tos Hendrik, mengapresiasi inisiatif tersebut yang dinilai sejalan dengan agenda pembangunan nasional. Ia menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan program.
"Ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Mari kita jaga dan kembangkan bersama agar manfaatnya semakin luas," ujarnya.
Kepala Divisi Pengembangan Berkelanjutan NHM Peduli, Irwan Malaka, menyebut program ini sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menciptakan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
"Budidaya ikan nila ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran berbasis teknologi bioflok, sehingga masyarakat dapat mengoptimalkan potensi yang mereka miliki," jelasnya.
Ia menambahkan, pengelolaan fasilitas tersebut akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Soahukum sebagai strategi untuk memastikan keberlanjutan program. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian desa, memperluas pendapatan masyarakat, serta memperkuat perputaran ekonomi lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Halmahera Utara, Victor O. Mangimbulude, turut mengapresiasi kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, fasilitas ini menjadi bukti bahwa sektor perikanan daerah memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara serius.
"Ini bisa menjadi pusat pembelajaran semacam sekolah lapangan bagi generasi muda, sekaligus memperkuat peran desa dalam pengembangan sektor perikanan," ungkapnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
