
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (YT ESDM)
JawaPos.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan temuan dua blok gas raksasa atau giant baru di Kalimantan Timur. Temuan ini diyakini bakal memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan ketergantungan impor energi.
Bahlil menjelaskan, salah satu blok yang ditemukan adalah Blok Geliga yang dikelola perusahaan migas asal Italia, ENI. Dari blok tersebut, potensi cadangan gas mencapai sekitar 5 triliun kaki kubik (TCF) dengan tambahan kondensat sekitar 300 juta barel setara minyak.
“ENI baru mendapatkan satu wilayah kerja baru giant, dari Blok Geliga yang menghasilkan 5 triliun kubik feet gas dan kondensat sekitar 300 juta barel ekuivalen,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kantornya, Senin (20/4).
Ia memaparkan, produksi gas dari blok ini ditargetkan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini, produksi masih berada di kisaran 600–700 juta kaki kubik per hari atau MMSCFD, namun ia memastikan jumlag itu akan digenjot menjadi 2.000 MMSCFD pada 2028.
“Nanti di 2028 kita maksimalkan sekitar 2.000 MM, dan di 2030 kita kembangkan menjadi 3.000 MM. Ini sesuatu yang luar biasa, kategori giant,” tegasnya.
Selain gas, produksi kondensat dari blok tersebut juga akan mulai berjalan. Pada tahap awal diperkirakan mencapai 90 ribu barel per hari, lalu meningkat menjadi sekitar 100 ribu barel per hari pada 2029–2030.
Blok Geliga sendiri, kata Bahlil, berada di lepas pantai Kalimantan Timur, sekitar 12 mil dari daratan. Lokasi ini dinilai strategis untuk mendukung pengembangan infrastruktur migas ke depan.
Tak hanya itu, sebelum penemuan Blok Geliga, pemerintah juga telah menemukan Blok Gula. Dari blok ini, cadangan gas diperkirakan mencapai 2 TCF dengan tambahan kondensat sekitar 75 juta barel ekuivalen minyak.
Dengan demikian, total potensi dari dua blok tersebut mencapai 7 TCF gas dan sekitar 375 juta barel kondensat ekuivalen minyak. Adapun produksi dari kedua blok ini ditargetkan mulai berjalan pada 2028.
"Maka totalnya untuk gas dari dua blok ini, Keliga dan Gula, ini menghasilkan 7 triliun kubik feed dan akan mulai produksi di tahun 2028. Dan 3.750.000 juta barel daripada kondenstrat ekuivalen daripada minyak. Ini adalah bagian strategi, ini baru satu dari ENI. Ini belum bicara Blok Abadi Masela, dan yang lain," tukasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022