
Diskusi konten video kuliner memperluas kontribusi pada industri layanan makanan di Indonesia, khususnya bagi bisnis dine-in lokal. (Dimas Choirul/Jawapos.com)
JawaPos.com–Seiring perubahan perilaku masyarakat di era digital, konten video memainkan peran yang semakin penting dalam memengaruhi keputusan pembelian sehari-hari, termasuk dalam memilih tempat makan. Kondisi ini membuat sejumlah platform media sosial untuk gerak cepat menjembatani kebutuhan tersebut.
Data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor makanan dan minuman terus mengalami pertumbuhan, dengan jumlah usaha mencapai 5,28 juta pada 2024, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini juga sejalan dengan jumlah UMKM yang bergabung ke platform digital yang telah mencapai 25 juta usaha, guna memperluas jangkauan pemasaran sekaligus mengoptimalkan operasional mereka.
Dari sisi konsumen, sekitar 65 persen masyarakat Indonesia juga menggunakan platform digital sebagai referensi untuk menemukan pilihan kuliner baru. Hal ini menunjukkan besarnya potensi ekosistem layanan makanan yang semakin terhubung dengan dunia digital.
Baca Juga:Ide Konten dengan Fitur Horizontal Lock di Samsung Galaxy S26 Series yang Viral di Media Sosial
Sementara itu, dari sisi penyedia platform, Lead of Key Dine-in Merchant TikTok GO by Tokopedia William Panjaitan mengatakan, saat ini konten tidak lagi sekadar menjadi sarana hiburan. Tapi sudah menjadi bagian penting dari cara orang menemukan inspirasi dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
”Kami juga melihat semakin banyak masyarakat beralih ke platform kami sebagai katalog rasa untuk mencari referensi kuliner baru. Hal ini juga sejalan dengan pertumbuhan pencarian (search) terkait layanan lokal yang naik lebih dari 60 persen setiap tahunnya di platform kamis. Melalui TikTok GO by Tokopedia, kami ingin menghadirkan pengalaman terpadu yang mudah diakses, di mana inspirasi yang ditemukan di TikTok bisa langsung berlanjut menjadi pengalaman nyata,” kata William kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (29/4).
William menjelaskan, ekosistem yang dibangun melalui layanan terintegrasi tersebut dapat mempercepat perjalanan dari konten ke kunjungan yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan signifikan bagi bisnis lokal. Konten otentik dan layanan terpadu membantu merchant mendapatkan tambahan pesanan serta mendorong kunjungan ke gerai offline.
Interaksi pengguna dengan konten juga mendorong pencarian produk dan layanan, yang turut memperkuat pertumbuhan ekosistem bisnis secara keseluruhan.
”TikTok GO by Tokopedia telah menunjukkan perkembangan yang positif, dengan pertumbuhan lebih dari 20 kali lipat dalam jumlah pesanan harian merchant dine-in di sepanjang 2025. Hal ini menunjukkan besarnya potensi integrasi antara konten dan commerce dalam mendorong kinerja bisnis,” terang William Panjaitan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022