Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 April 2026 | 23.34 WIB

Perilaku Konsumen Berubah, Konten Video Jadi Rujukan Utama Cari Kuliner

Diskusi konten video kuliner memperluas kontribusi pada industri layanan makanan di Indonesia, khususnya bagi bisnis dine-in lokal. (Dimas Choirul/Jawapos.com) - Image

Diskusi konten video kuliner memperluas kontribusi pada industri layanan makanan di Indonesia, khususnya bagi bisnis dine-in lokal. (Dimas Choirul/Jawapos.com)

JawaPos.com–Seiring perubahan perilaku masyarakat di era digital, konten video memainkan peran yang semakin penting dalam memengaruhi keputusan pembelian sehari-hari, termasuk dalam memilih tempat makan. Kondisi ini membuat sejumlah platform media sosial untuk gerak cepat menjembatani kebutuhan tersebut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor makanan dan minuman terus mengalami pertumbuhan, dengan jumlah usaha mencapai 5,28 juta pada 2024, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini juga sejalan dengan jumlah UMKM yang bergabung ke platform digital yang telah mencapai 25 juta usaha, guna memperluas jangkauan pemasaran sekaligus mengoptimalkan operasional mereka.

Dari sisi konsumen, sekitar 65 persen masyarakat Indonesia juga menggunakan platform digital sebagai referensi untuk menemukan pilihan kuliner baru. Hal ini menunjukkan besarnya potensi ekosistem layanan makanan yang semakin terhubung dengan dunia digital.

Sementara itu, dari sisi penyedia platform, Lead of Key Dine-in Merchant TikTok GO by Tokopedia William Panjaitan mengatakan, saat ini konten tidak lagi sekadar menjadi sarana hiburan. Tapi sudah menjadi bagian penting dari cara orang menemukan inspirasi dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

”Kami juga melihat semakin banyak masyarakat beralih ke platform kami sebagai katalog rasa untuk mencari referensi kuliner baru. Hal ini juga sejalan dengan pertumbuhan pencarian (search) terkait layanan lokal yang naik lebih dari 60 persen setiap tahunnya di platform kamis. Melalui TikTok GO by Tokopedia, kami ingin menghadirkan pengalaman terpadu yang mudah diakses, di mana inspirasi yang ditemukan di TikTok bisa langsung berlanjut menjadi pengalaman nyata,” kata William kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (29/4).

William menjelaskan, ekosistem yang dibangun melalui layanan terintegrasi tersebut dapat mempercepat perjalanan dari konten ke kunjungan yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan signifikan bagi bisnis lokal. Konten otentik dan layanan terpadu membantu merchant mendapatkan tambahan pesanan serta mendorong kunjungan ke gerai offline.

Interaksi pengguna dengan konten juga mendorong pencarian produk dan layanan, yang turut memperkuat pertumbuhan ekosistem bisnis secara keseluruhan.

”TikTok GO by Tokopedia telah menunjukkan perkembangan yang positif, dengan pertumbuhan lebih dari 20 kali lipat dalam jumlah pesanan harian merchant dine-in di sepanjang 2025. Hal ini menunjukkan besarnya potensi integrasi antara konten dan commerce dalam mendorong kinerja bisnis,” terang William Panjaitan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore