Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Mei 2026 | 00.01 WIB

Menkeu Purbaya Berangkat Haji 21 Mei Mendatang, Bakal Doakan Ekonomi RI Makin Ngebut

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui akan melakukan ibadah haji tahun ini. Berdasarkan rencana, keberangkatannya ke tanah suci dijadwalkan pada Kamis (21/5) mendatang.

Namun Purbaya mengakui, jadwal keberangkatannya itu belum pasti. Namun, pada malam hari nanti, Bendahara Negara ini direncanakan akan mengikuti manasik haji untuk persiapan keberangkatan.

"Nanti malam mau latihan, katanya nanti malem mau di tentir gimana cara melakukan haji yang baik," kata Purbaya dalam Media Briefing di Jakarta, Rabu (6/5).

Saat ditanya soal doa apa yang akan dipanjatkannya saat melakukan ibadah haji, dia mengaku percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi salah satunya.

"Doanya pertumbuhan ekonomi makin cepet. Kalau saya bilang, kita udah keluar dari kutukan 5 persen kan, 5,61 persen. Kita harapkan ke depan makin cepat, kita akan jaga momentum pertumbuhan yang ada. Tapi teman-teman juga bantu doain dong, jangan dijelek-jelekin terus," ujar Purbaya.

Di sisi lain, ia menilai bahwa kinerja fiskal pemerintah kerap disalahartikan. Meski defisit anggaran disebut terkendali, sebagian pihak justru menilai kondisi tersebut sebagai faktor yang melemahkan nilai tukar rupiah.

Padahal, jika dibandingkan dengan negara lain di Asia maupun dunia, pengelolaan fiskal Indonesia disebut berada pada level yang sangat baik. Bahkan, capaian terbaru dinilai sebagai sebuah “keajaiban” karena pemerintah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat tanpa tambahan anggaran.

"Apalagi kemarin kita bisa berhasil (capai perekonomian 5,6 persen). Kalau saya bilang sih keajaiban ya. Dengan anggaran yang sama, tanpa uang tambahan, kita bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat," tuturnya.

Dengan skema yang ada, kata Purbaya, pemerintah hanya melakukan optimalisasi alokasi dana, termasuk melalui pergeseran likuiditas dari Bank Indonesia (BI) ke sektor perbankan, serta didukung berbagai program lainnya. Namun, hasilnya kata dia justru pertumbuhan ekonomi dinilai tumbuh lebih cepat tanpa mengeluarkan modal.

"Dengan hanya mindahin uang dari BI ke perbankan kan, antara itu ya, disamping program-program yang lain tentunya. Artinya saya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa modal," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore