Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Mei 2026 | 05.07 WIB

Pemerintah RI Jajaki Kerja Sama Industri Alat Berat hingga Teknologi Pertanian Rendah Emisi di Belarus

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjajaki peluang kerja sama perdagangan dan industri melalui skema Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). - Image

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjajaki peluang kerja sama perdagangan dan industri melalui skema Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meninjau sejumlah industri strategis di Belarus yang bergerak di bidang alat berat, kendaraan komersial, dan mekanisasi pertanian modern di Minsk, pada Kamis (14/5).

Kunjungan tersebut dilakukan di tengah upaya Indonesia menjajaki peluang kerja sama perdagangan dan industri melalui skema Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

Dalam agenda itu, Airlangga bersama Wakil Menteri Industri Belarus Leonid Ryzkovsky mengunjungi perusahaan Minsk Tractor Works (MTZ), MAZ (Minsk Automobile Plant), dan BelAZ Holding Management Company.

Ketiga perusahaan tersebut dikenal sebagai produsen alat berat, kendaraan komersial, serta teknologi pertanian modern di Belarus.

Saat berada di MTZ, pembahasan difokuskan pada peluang pengembangan teknologi traktor dan alat mesin pertanian yang dinilai dapat mendukung program ketahanan pangan sekaligus modernisasi sektor pertanian di Indonesia. MTZ juga menawarkan program pelatihan dan transfer teknologi sebagai bagian dari potensi kerja sama.

Selain itu, Airlangga turut meninjau peluang kolaborasi dengan MAZ dalam pengembangan kendaraan komersial dan kendaraan industri, termasuk opsi local assembly dan pengembangan kendaraan rendah emisi.

“Kami melihat perusahaan-perusahaan Belarus berpengalaman dalam memproduksi berbagai macam produk alat berat, terutama yang dapat memperkuat industrialisasi, mekanisasi pertanian modern, serta pengembangan industri alat berat di Indonesia,” kata Airlangga dalam keterangannya, Jumat (15/5).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas potensi pemanfaatan baterai nikel untuk kendaraan berat dan pengembangan cassava menjadi ethanol. Pemerintah Belarus disebut mulai mempelajari kebutuhan alat berat di Indonesia, meski masih memerlukan pemetaan yang lebih rinci terkait kebutuhan industri dalam negeri.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus di bidang kerja sama perdagangan, ekonomi, dan teknik, sekaligus langkah awal untuk memperkuat tindak lanjut hubungan ekonomi antara kedua negara.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore