
Ilustrasi Kopdes Merah Putih. (Istimewa)
JawaPos.com - Ekonom, Raden Pardede menilai efektivitas program Koperasi Merah Putih (KMP) masih perlu dibuktikan, terutama karena model yang digunakan pemerintah saat ini bersifat top-down.
Raden mengatakan konsep koperasi sebenarnya bukan hal baru bagi Indonesia. Namun, ia mempertanyakan pendekatan yang digunakan dalam pembentukan Koperasi Merah Putih dibandingkan model koperasi di sejumlah negara yang dinilai berhasil.
“Koperasi Merah Putih (KMP) adalah sebetulnya old business buat kita. Kita sudah melakukan ini kok, ya. Tapi pertanyaan sekarang either bottom-up versus top-down,” ujar Raden dalam acara SMBC Indonesia 'Economis Forum', di Jakarta, Selasa (19/5).
Menurut dia, koperasi di negara seperti Australia, Selandia Baru, hingga sejumlah negara Eropa berkembang melalui pendekatan bottom-up atau tumbuh dari bawah oleh para pelaku usaha sendiri.
“Yang umum itu di berbagai negara yang berhasil, apakah di Australia kita lihat ataupun di New Zealand dengan Fonterra, penghasil susu terbesar bahkan dia pengusaha kelas dunia, dan juga di negara-negara di Eropa, itu bottom-up,” katanya.
Sementara itu, model KMP saat ini dinilai berbeda karena digerakkan secara top-down dengan dukungan pembiayaan dari perbankan Himbara melalui PT Agrinas Pangan.
“Now we have a top-down. This is a challenge, top-down oleh di sini PT Agrinas Pangan ya, yang memberikan kredit dari Bank Himbara ke bank,” ujarnya.
Raden menilai hasil dari model tersebut masih belum dapat dipastikan keberhasilannya.
“Ini masih menurut saya, kita belum tahu hasilnya. This is remain to be tested whether the KMP ini dengan model top-down ini berhasil atau tidak,” kata dia.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
