
Ilustrasi Kopdes Merah Putih. (Istimewa)
JawaPos.com - Ekonom, Raden Pardede menilai efektivitas program Koperasi Merah Putih (KMP) masih perlu dibuktikan, terutama karena model yang digunakan pemerintah saat ini bersifat top-down.
Raden mengatakan konsep koperasi sebenarnya bukan hal baru bagi Indonesia. Namun, ia mempertanyakan pendekatan yang digunakan dalam pembentukan Koperasi Merah Putih dibandingkan model koperasi di sejumlah negara yang dinilai berhasil.
“Koperasi Merah Putih (KMP) adalah sebetulnya old business buat kita. Kita sudah melakukan ini kok, ya. Tapi pertanyaan sekarang either bottom-up versus top-down,” ujar Raden dalam acara SMBC Indonesia 'Economis Forum', di Jakarta, Selasa (19/5).
Menurut dia, koperasi di negara seperti Australia, Selandia Baru, hingga sejumlah negara Eropa berkembang melalui pendekatan bottom-up atau tumbuh dari bawah oleh para pelaku usaha sendiri.
“Yang umum itu di berbagai negara yang berhasil, apakah di Australia kita lihat ataupun di New Zealand dengan Fonterra, penghasil susu terbesar bahkan dia pengusaha kelas dunia, dan juga di negara-negara di Eropa, itu bottom-up,” katanya.
Sementara itu, model KMP saat ini dinilai berbeda karena digerakkan secara top-down dengan dukungan pembiayaan dari perbankan Himbara melalui PT Agrinas Pangan.
“Now we have a top-down. This is a challenge, top-down oleh di sini PT Agrinas Pangan ya, yang memberikan kredit dari Bank Himbara ke bank,” ujarnya.
Raden menilai hasil dari model tersebut masih belum dapat dipastikan keberhasilannya.
“Ini masih menurut saya, kita belum tahu hasilnya. This is remain to be tested whether the KMP ini dengan model top-down ini berhasil atau tidak,” kata dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
