Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Mei 2026 | 22.51 WIB

PT Xacti Indonesia Depok Tutup, 350 Karyawan Terkena PHK

Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI Said Iqbal meluapkan amarahnya terhadap ketatnya pengamanan aksi unjuk rasa buruh di sekitar Istana Negara, Senin (29/12). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI Said Iqbal meluapkan amarahnya terhadap ketatnya pengamanan aksi unjuk rasa buruh di sekitar Istana Negara, Senin (29/12). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal kembali memakan korban di sektor industri nasional. Kali ini, pabrik elektronik PT Xacti Indonesia yang berlokasi di Depok, Jawa Barat, resmi ditutup dan terpaksa merumahkan sekitar 350 karyawannya akibat hantaman krisis global.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebut penutupan ini menjadi alarm keras bagi kondisi industri formal di tanah air.

Presiden KSPI yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa kasus ini menjadi bukti nyata dari peringatan yang pernah ia sampaikan sebelumnya.

"Benar, telah terjadi PHK sekitar 350 orang karyawan PT Xactie di Depok dan perusahaan tersebut tutup. Ini membuktikan bahwa apa yang disampaikan KSPI sebelumnya bukan ngarang atau menakut-nakuti. Informasi ini berasal dari bawah, dari perusahaan-perusahaan sendiri, dan sekarang mulai terjadi," ujar Said Iqbal, Senin (25/5).

Meski harus kehilangan pekerjaan, Said Iqbal memastikan bahwa hak-hak para mantan karyawan telah terpenuhi sesuai regulasi yang berlaku.

"Para pekerja yang terkena PHK mendapatkan nilai pesangon sebesar dua kali ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan. Selain itu juga ada penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang telah disepakati bersama," terang Said Iqbal.

Pemicu Utama: Efek Domino Perang Global

Menurut analisis KSPI, ambruknya PT Xacti Indonesia tidak lepas dari situasi geopolitik dunia yang belum stabil. Perang berkepanjangan memicu lonjakan biaya operasional yang tak lagi sanggup dipikul oleh perusahaan berorientasi ekspor tersebut.

"Perang membuat harga bahan baku impor yang dibeli dengan dolar naik drastis. Ongkos produksi meningkat, sementara pasar ekspor lesu. PT Xactie adalah perusahaan orientasi ekspor, sehingga ketika pasar global melemah, mereka tidak mampu bersaing dan akhirnya tutup," jelas Said Iqbal.

Ia menambahkan, sejak awal April 2026 KSPI telah memperingatkan adanya potensi PHK di 10 perusahaan dengan jumlah pekerja terdampak yang diperkirakan mencapai sekitar 9 ribu orang. Saat ini, kata Said Iqbal, peringatan tersebut mulai terbukti satu per satu.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore