
Kondisi listrik padam di Jalan Soebrantas Panam Pekanbaru, Jumat (22/5/2026).(EVAN GUNANZAR/RIAUPOS.CO)
JawaPos.com - Pengamat sistem tenaga listrik Institut Teknologi Bandung (ITB) Djoko Darwanto menilai faktor cuaca memiliki peran besar dalam peristiwa pemadaman massal atau blackout di Sumatra pekan lalu.
Menurutnya, ada tekanan mekanis akibat angin kencang pada jaringan transmisi, terutama di titik sambungan kabel atau mid span jointing.
“Kalau melihat pola gangguan yang disampaikan dan titik kerusakannya berada di sambungan kabel, maka faktor cuaca sangat mungkin berkontribusi dalam peristiwa ini,” ujarnya.
Sebelumnya, hasil investigasi awal gabungan Bareskrim, Puslabfor, dan PLN menyebut terdapat tiga kemungkinan penyebab putusnya kabel transmisi, yakni stress thermal akibat cuaca, faktor pada area sambungan, serta tekanan mekanis akibat beban dan pengaruh angin.
Baca Juga:Ferrari Luce Dihujat Habis-habisan, Eks Bos Ferrari Sampai Minta Logo Kuda Jingkrak Dicopot
Menurut Djoko, masyarakat kerap menilai kondisi cuaca dari apa yang dirasakan di permukaan tanah. Padahal, pada ketinggian konduktor transmisi, kecepatan angin dapat jauh lebih besar dan memicu osilasi kabel secara terus-menerus.
“Di bawah mungkin terasa tidak ekstrem, tetapi di area konduktor, angin bisa cukup kuat untuk menyebabkan kabel bergerak dan saling menarik. Kondisi itu dapat memunculkan tekanan berulang pada kabel,” katanya.
Ia menjelaskan, pergerakan berulang akibat terpaan angin dapat menambah tekanan pada area sambungan kabel, terutama ketika sistem sedang menerima beban tinggi.
Terlebih, titik yang mengalami putus diketahui berada pada area mid span jointing atau sambungan di tengah bentangan kabel transmisi. Area tersebut merupakan lokasi penyatuan dua konduktor yang disambung menggunakan metode dan pelindung khusus.
Menurutnya, titik sambungan memang menjadi salah satu area yang paling diperhatikan dalam sistem transmisi karena menerima kombinasi pengaruh getaran, perubahan temperatur, serta distribusi tekanan ketika kabel bergerak akibat angin.
“Pada area sambungan, distribusi tekanannya berbeda dibanding bagian kabel utuh. Karena itu area ini menjadi salah satu titik yang paling diperhatikan dalam sistem transmisi,” ujarnya.
Ia juga menilai hasil inspeksi thermal sebelumnya yang menunjukkan kondisi kabel masih normal tidak otomatis bertentangan dengan terjadinya blackout.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
