
Forum Ekonomi Konstitusi bertajuk 'Masa Depan Rupiah dan Paradigma Ekonomi Baru' di Jakarta, Kamis (11/6)/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com – Mantan Menteri Keuangan era 1998, Fuad Bawazier, mengungkapkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini dibandingkan saat krisis moneter 1998. Menurut dia, sejumlah indikator utama menunjukkan perekonomian nasional masih berada di jalur positif.
Fuad mengatakan, perbedaan paling mencolok terlihat dari laju pertumbuhan ekonomi. Pada krisis 1998, ekonomi Indonesia terkontraksi sangat dalam hingga mencapai pertumbuhan negatif.
"Ya, memang ada beda. Dulu memang, memang lebih, misalnya dari sudut pertumbuhan, sampai pertumbuhannya menjadi minus. Dulu inget gak? Minus 13 persen loh," kata Fuad dalam sebuah diskusi Forum Ekonomi Konstitusi bertajuk 'Masa Depan Rupiah dan Paradigma Ekonomi Baru' di Jakarta, Kamis (11/6).
Selain itu, nilai tukar rupiah pada masa krisis 1998 juga mengalami pelemahan yang sangat tajam. Menurut dia, saat itu kurs rupiah sempat menembus Rp16.000 per dolar Amerika Serikat dalam waktu yang relatif cepat.
"Dulu kan beda bener, '98. Terus rupiahnya sampai Rp16.000 ya. Kursnya itu, uh cepat bener itu. Sudah bisa Rp16.000," ujarnya.
Fuad menilai kondisi saat ini tidak menunjukkan gejolak sedrastis yang terjadi pada 1998. Sejumlah indikator ekonomi masih mencatatkan kinerja positif meski menghadapi berbagai tantangan global.
"Sekarang kan semuanya kan serba enggak seperti drastis begitu. Semuanya juga rasio positif, gitulah. Dan memang sudah agak beda, dan situasinya juga," tuturnya.
Meski demikian, Fuad menyinggung adanya upaya-upaya tertentu yang menurutnya dapat memengaruhi situasi ekonomi dan politik nasional. Ia membandingkannya dengan kondisi menjelang jatuhnya pemerintahan Presiden Soeharto pada 1998.
"Kalau dulu gangguannya adalah program-program yang diajuin itu untuk menjatuhkan Pak Harto. Waktu itu kan? Kalau sekarang ya, ada upaya juga. Ya intinya ya pertamanya barangkali ada udang di balik batunya itu aja itu," katanya.
Ia menambahkan, pada masa krisis 1998 pertumbuhan ekonomi Indonesia bahkan bertahan di zona negatif selama dua tahun. Karena itu, menurutnya kondisi saat ini belum dapat disamakan dengan krisis yang pernah terjadi hampir tiga dekade lalu. "Jadi memang dari situ juga sudah agak beda," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022