
ILUSTRASI: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan) bersiap memberikan paparan konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Institute for Development of Economic and Finance (INDEF), meminta pemerintah agar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat dan instrumen tranformasi pertumbuhan yang berkualitas.
Kepala Pusat Makroekonomi dan keuangan INDEF, Rizal Taufikurahman, mengatakan RAPBN 2027 harus diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat melalui stabilitas harga dan program tepat sasaran.
Ia meminta pemerintah untuk menjaga siklus pertumbuhan ekonomi yang stabil melalui stabilitas harga, bantuan yang tepat sasaran, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan lapangan kerja.
“Jadi siklus pertumbuhan yang stabil inilah yang harus dijaga oleh pemerintah dan stabilitas harga, bantuan tepat sasaran dan juga penguatan UMKM dan lapangan kerja. itu tentu RAPBN 2027 juga harus menjadikan sebagai instrumen belanja untuk transformasi ekonomi,” ujar Rizal dalam diskusi virtual, Minggu (14/6).
Rizal menegaskan RAPBN 2027 juga harus berfungsi sebagai instrumen transformasi ekonomi melalui penguatan ketahanan nasional, hilirisasi industri, investasi masa depan, serta pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“RAPBN 2027 juga harus dijadikan sebagai instrumen belanja untuk transformasi ekonomi. Bagaimana ketahanan nasional dan hilirisasi terus didorong, investasi masa depan dan SDM, termasuk juga di situ APBN tidak hanya sekedar belanja rutin tapi alat pendorong pertumbuhan struktur ekonomi yang selama ini justru menjadi bottleneck,” ucapnya.
Lanjutnya, terdapat tiga agenda utama yang perlu menjadi perhatian dalam RAPBN 2027. Agenda pertama dalah menjaga stabilitas fiskal dengan memastikan agar defisit fiskal dan utang tetap terkendali.
Kemudian, agenda kedua adalah dengan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional melalui sinergi yang seimbang antara konsumsi domestik, investasi, dan ekspor.
“Bagaimana memperkuat sinergi antara konsumsi, investasi, dan ekspor secara berimbang satu sama lain. Saling memberikan dorongan terhadap perbaikan tidak hanya dari pertumbuhannya tapi juga produktivitasnya,” ungkapnya.
Sementara agenda ketiga adalah mempercepat transformasi struktural melalui industrialisasi, peningkatan produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja yang tidak hanya memperhatikan jumlah, tetapi juga kualitas pekerjaan yang tercipta.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022