
Ilustrasi penggunaan energi bersih menggunakan tenaga surya. (Istimewa)
JawaPos.com - Upaya pengurangan emisi karbon kini semakin meluas ke sektor kesehatan. Salah satu langkah terbarunya ditandai dengan beroperasinya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di sebuah fasilitas distribusi layanan kesehatan di Jawa Timur yang diproyeksikan mampu menghasilkan listrik ramah lingkungan hingga 292.237 kWh per tahun.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari dorongan transisi energi bersih yang semakin mendapat perhatian berbagai sektor industri di Indonesia. Dengan kapasitas terpasang 202,2 kWp, sistem PLTS atap yang dibangun di area seluas sekitar 883,32 meter persegi itu diperkirakan mampu menekan emisi karbon hingga 264 ton CO2 ekuivalen (tCO2e) setiap tahun.
Jumlah pengurangan emisi tersebut diklaim setara dengan manfaat lingkungan dari penanaman sekitar 1.056 pohon setiap tahun. Langkah ini juga menunjukkan bagaimana sektor kesehatan mulai mengintegrasikan target keberlanjutan ke dalam operasional sehari-hari, sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat pemanfaatan energi terbarukan dan menekan dampak perubahan iklim.
Peresmian fasilitas energi surya tersebut dilakukan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Pembangkit ini menjadi tambahan terbaru dalam jaringan energi terbarukan yang telah diterapkan perusahaan layanan kesehatan PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), bagian dari Zuellig Pharma.
Presiden Direktur PT Anugerah Pharmindo Lestari Christophe Piganiol menegaskan, isu kesehatan dan keberlanjutan tidak dapat dipisahkan.
“PLTS atap baru ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami untuk membangun ekosistem layanan kesehatan yang lebih berkelanjutan sekaligus mendukung target energi terbarukan Indonesia,” ujar Christophe.
Baca Juga:Batal Turun ke Frontier Market, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Bursa Saham Indonesia
Pemerintah Dorong Peran Industri dalam Transisi Energi
Peluncuran PLTS atap tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sidoarjo Moh. Bahrul Amig. Menurut dia, keterlibatan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mempercepat pencapaian target pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Dia menjelaskan, kolaborasi antara pemerintah dan industri sangat penting dalam mempercepat transisi menuju energi bersih. Peresmian PLTS atap di APL Jawa Timur sejalan dengan misi Kabupaten Sidoarjo dalam membangun infrastruktur ekonomi dan sosial yang modern dan berkeadilan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Israel: The Green Army Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Deltras FC vs Persiba: Leonard Tupamahu Hafal Gaya Main Tamu
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Prediksi Susunan Pemain Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Sentuhan Wirtz
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022