Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Juni 2026 | 20.14 WIB

BPS Gelar Sensus Ekonomi 2026, Potret Perubahan Struktur Ekonomi Pascapandemi

Badan Pusat Statistik (BPS) Gelar Sensus Ekonomi 2026, Potret Perubahan Struktur Ekonomi Pascapandemi. (istimewa) - Image

Badan Pusat Statistik (BPS) Gelar Sensus Ekonomi 2026, Potret Perubahan Struktur Ekonomi Pascapandemi. (istimewa)

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menghelat sensus ekonomi 2026 (SE2026) untuk mendata perkembangan ekonomi Indonesia serta perubahan perilaku masyarakat pascapandemi yang membentuk struktur ekonomi baru.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) bertujuan untuk memotret secara menyeluruh aktivitas ekonomi di Indonesia sebagai dasar perencanaan dan perumusan kebijakan pembangunan yang lebih efektif.

Ia menegaskan bahwa BPS harus menyesuaikan pendataan agar dapat merekam ragam perubahan tersebut dalam statistik nasional.

“Dalam 10 tahun terakhir, aktivitas ekonomi mengalami banyak perubahan, baik dari cara bertransaksi, skala usaha, maupun nilai ekonomi yang diciptakan. Perubahan-perubahan seperti ini perlu kita rekam dan tergambar dalam statistik yang BPS hasilkan,” ujar Amalia dalam keterangan yang diterima, Senin (29/6).

Amalia mengatakan, sensus ekonomi dilakukan untuk memahami perubahan dunia usaha dan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan ekonomi. Adapun, Pendataan lapangan SE2026 secara door to door dilakukan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Berbeda dari sensus-sensus ekonomi sebelumnya, SE2026 tidak hanya mendata pelaku usaha tetapi juga rumah tangga. Hal ini dikarenakan kondisi ekonomi rumah tangga merupakan bagian dari ekosistem perekonomian nasional.

"Sensus ekonomi ini ibarat rekam medis. Saat melakukan rekam medis, kita harus periksa semua aspek secara menyeluruh agar paham kondisi yang sebenarnya, sehingga pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang tepat. Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 ini telah dipersiapkan cukup lama, yaitu sejak tahun 2024, jadi bukan tiba-tiba,” ujarnya.

Amalia mengatakan, SE2026 akan menghasilkan berbagai informasi strategis, antara lain jumlah dan karakteristik pelaku usaha pada seluruh skala usaha, termasuk UMKM, potensi dan kontribusi UMKM terhadap perekonomian beserta sebarannya, peta persebaran usaha beserta karakteristiknya, serta kondisi ekonomi rumah tangga.

Nantinya, data tersebut selain digunakan oleh pemerintah sebagai dasar penyusunan program, juga bermanfaat bagi pelaku usaha sebagai dasar penyusunan strategi bisnis, pengembangan usaha, penentuan lokasi investasi, hingga analisis kebutuhan tenaga kerja.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore