
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghadirkan program penguatan daya saing bagi pengusaha ultra mikro, khususnya nasabah PNM Mekaar, dalam rangka memperingati Hari Kelautan Nasional pada 2 Juli. (Istimewa).
JawaPos.com – Potensi olahan bandeng dan ikan pindang di Desa Cukanggenteng, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, menjadi peluang ekonomi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Dari usaha rumahan yang dikelola keluarga prasejahtera, produk olahan ikan memiliki ruang untuk tumbuh lebih kuat apabila didukung pencatatan keuangan yang rapi, legalitas usaha, kemasan yang menarik, serta akses pembiayaan yang sesuai kebutuhan.
Berangkat dari potensi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghadirkan program penguatan daya saing bagi pengusaha ultra mikro, khususnya nasabah PNM Mekaar, dalam rangka memperingati Hari Kelautan Nasional pada 2 Juli.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Cukanggenteng, Pasirjambu, ini dihadiri oleh 80 peserta yang terdiri dari nasabah dan nonnasabah PNM. Program tersebut menghadirkan dukungan lintas pihak, mulai dari literasi keuangan oleh OJK Jawa Barat, akses pembiayaan dari PNM, kurasi perizinan usaha dan omzet pelaku usaha ikan pindang oleh KKP, hingga materi branding dan packaging kreatif dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung. Melalui pendampingan ini, pengusaha tidak hanya dibantu memahami cara mengelola uang usaha, tetapi juga diarahkan agar produknya lebih siap masuk ke pasar yang lebih luas.
Salah satu peserta klasterisasi mengaku pendampingan tersebut membantu dirinya melihat usaha secara lebih tertata. “Selama ini kami jualan seperti biasa saja, yang penting produksi dan laku. Setelah ikut kegiatan ini, kami jadi tahu pentingnya mencatat pemasukan, mengurus izin usaha, dan memperbaiki kemasan supaya produk lebih dipercaya pembeli. Harapannya usaha ikan pindang kami bisa makin berkembang dan membantu kebutuhan keluarga,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, KKP akan melaksanakan bimbingan teknis literasi keuangan dan pencatatan pengelolaan keuangan, sementara PNM akan mendampingi proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) di Mall Pelayanan Publik.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah bersama untuk membantu pelaku usaha ultra mikro tumbuh dengan pondasi yang lebih kuat. “Bagi kami, pemberdayaan tidak berhenti pada akses pembiayaan. Ibu-ibu pengusaha juga perlu didampingi agar lebih siap mengelola keuangan, memiliki legalitas, memperbaiki kemasan, dan percaya diri membawa produknya ke pasar yang lebih besar. Ketika usaha kecil di rumah-rumah warga bisa tumbuh, manfaatnya akan kembali kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujar Kindaris.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022