
KUNJUNGAN KE REDAKSI: Direktur Utama JFX, Yazid Kanca Surya menyerahkan plakat kepada Pemipin Redaksi JawaPos.com Edy Pramana yang didampingi Wakil Pemimpin Redaksi JawaPos.com Ilham Safutra saat berkunjung ke redaksi JawaPos.com di Graha Pena Jakarta pada Jumat (3/7). (JawaPos.com)
JawaPos.com - Sentimen pasar global sepanjang Juni 2026 mendorong peningkatan aktivitas perdagangan sejumlah komoditas strategis di Jakarta Futures Exchange (JFX).
Dalam laporan JFX, sektor Olein atau komoditas minyak kelapa sawit mencatatkan nilai lebih dari Rp 7,3 triliun. Sementara itu, perdagangan Timah Ekspor juga menunjukkan penguatan dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,6 triliun, mencerminkan meningkatnya aktivitas pelaku pasar dalam merespons volatilitas harga melalui mekanisme bursa.
Direktur Utama Jakarta Futures Exchange (JFX), Yazid Kanca Surya, mengatakan peningkatan aktivitas perdagangan tersebut menunjukkan bahwa dinamika pasar global tidak selalu menjadi tekanan bagi pelaku usaha. Sebaliknya, perubahan harga yang terjadi justru membuka ruang bagi pelaku pasar untuk mengelola risiko sekaligus memanfaatkan peluang transaksi melalui bursa.
Perdagangan Timah Ekspor menjadi salah satu produk yang mencatatkan peningkatan signifikan pada paruh kedua Juni. Setelah sempat turun menjadi 300 ton pada periode 7-13 Juni, volume transaksi melonjak menjadi 795 ton pada pekan berikutnya dan kembali meningkat menjadi 1.280 ton pada periode 21-27 Juni.
Baca Juga:JFX Catat Aktivitas Perdagangan Produk Turunan Minyak Sawit Tumbuh 267 Persen sepanjang Mei 2026
Sejalan dengan itu, nilai transaksi naik dari Rp 297 miliar menjadi Rp 736 miliar, sebelum mencapai Rp 1,2 triliun pada pekan terakhir Juni. Menurut Yazid, peningkatan transaksi timah didorong oleh kombinasi faktor domestik maupun global.
"Dari sisi domestik, peningkatan transaksi didorong oleh keluarnya izin Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari beberapa smelter dengan volume yang cukup besar. Sementara itu, koreksi harga timah dunia dimanfaatkan oleh para pembeli internasional untuk memperoleh pasokan timah dari Indonesia," ujar Yazid saat bertandang ke redaksi JawaPos.com di Graha Pena Jakarta, pada Jumat (3/7).
la menambahkan, dari sisi fundamental, pasar timah global masih dipengaruhi oleh ketatnya pasokan akibat gangguan produksi di Myanmar serta meningkatnya permintaan dari industri teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Al) dan semikonduktor. Selain itu, rencana pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia yang akan mengambil peran dalam tata kelola ekspor komoditas juga mulai menjadi sentimen baru yang diperhatikan pelaku pasar.
Selain Timah, produk Olein juga menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sepanjang Juni. Volume transaksi meningkat selama tiga pekan berturut-turut, dari 6,2 ribu lot pada awal Juni menjadi 27 ribu lot pada pekan terakhir Juni.
Seiring dengan itu, nilai transaksi bertumbuh dari Rp 1,3 triliun hingga mencapai Rp 2,8 triliun pada pekan terakhir Juni. Secara keseluruhan, transaksi Olein sepanjang Juni mencapai lebih dari Rp 7,3 triliun. Peningkatan transaksi Olein dipengaruhi oleh gejolak harga yang terjadi di pasar energi global.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
