
Konflik yang melanda Timur Tengah mengakibatkan harga minyak dunia melonjak (Sumber: Getty Images)
JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kembali naik pada perdagangan Rabu (15/7) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan meluncurkan serangan lanjutan ke Iran.
Kondisi tersebut keluar beberapa jam setelah Amerika Serikat (AS) resmi memberlakukan kembali blokade terhadap pelayaran Republik Islam tersebut di Selat Hormuz.
Dilansir Investing, Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 0,89 poin atau 1,04 persen menjadi USD 86,31 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 1,16 atau 1,46 persen menjadi USD 80,51 per barel.
Dilansir Bloomberg, Trump menegaskan bahwa serangan terhadap Iran akan terus berlanjut. Ia bahkan mengancam bahwa AS kemungkinan akan membom pembangkit listrik dan jembatan-jembatan di Iran pekan depan jika Teheran menolak untuk kembali ke meja perundingan.
Adapun, AS memberlakukan kembali blokade laut mulai pukul 16.00 waktu Washington, berselang satu jam setelah pasukan militer Amerika meluncurkan gelombang serangan udara baru ke target-target Iran. Operasi militer tersebut bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan Iran dalam menyerang kapal-kapal dagang komersial di selat tersebut.
"Masih banyak ketidakpastian. Apakah kita sedang berada dalam kondisi perang? Apakah AS akan mampu mengendalikan Selat Hormuz dan memungkinkan kapal-kapal selain milik Iran melintas? Hingga hari ini, tidak ada kapal yang bisa melewati jalur itu,” ujar Spesialis energi di TP ICAP Group Plc, Scott Shelton.
Selama sebulan terakhir, negara-negara produsen minyak di Teluk Persia sempat meningkatkan pemasaran minyak mentah setelah adanya perjanjian damai sementara yang meredakan kekhawatiran terhadap ekspor.
Uni Emirat Arab menjadi salah satu negara yang paling berhasil meningkatkan pengiriman minyak dengan memanfaatkan kapal tanker pengumpan yang berlayar tanpa menyalakan transponder atau sistem identifikasi otomatis.
Di sisi lain, kelompok industri American Petroleum Institute (API) melaporkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat turun 600.000 barel pada pekan lalu. Jika dikonfirmasi oleh data resmi pemerintah yang dijadwalkan dirilis pada Rabu, maka penurunan tersebut akan menjadi yang ke-11 dalam 12 pekan terakhir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
