Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Juli 2026 | 20.36 WIB

Pertamina Dukung Proyek Pembangkit Sampah Energi Listrik, Perkuat Solusi Pengelolaan Sampah

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono dalam forum Waste to Energy Talks, Kamis (16 Juli 2026). (Istimewa). - Image

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono dalam forum Waste to Energy Talks, Kamis (16 Juli 2026). (Istimewa).

JawaPos.com –  PT Pertamina (Persero) mendukung upaya pemerintah mempercepat penyelesaian persoalan sampah melalui pengembangan Proyek Pembangkit Sampah Energi Listrik (PSEL). 

Proyek PSEL rencananya akan direalisasikan di kawasan Kertamantul, meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul. Dalam proyek tersebut, Pertamina berperan sebagai anchor off taker untuk mendukung pemanfaatan sampah menjadi energi.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, dalam forum Waste to Energy Talks. (Kamis, 16 Juli 2026)

Koordinator Nasional sekaligus Ketua Program Waste to Energy (WtE), Zulkifli Hasan, mengatakan penyelesaian persoalan sampah menjadi agenda prioritas pemerintah. Menurutnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mampu menjadi negara maju apabila persoalan sampah belum dapat ditangani secara tuntas.

"Saat ini Indonesia sudah masuk kategori darurat sampah, khususnya di wilayah perkotaan yang masih menerapkan sistem open dumping. Insyaallah pada 2029 kita menargetkan mampu menyelesaikan sekitar 80 persen persoalan sampah nasional," ujar Zulkifli.

Ia menjelaskan bahwa pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan solusi yang telah diterapkan di berbagai negara selama lebih dari 20 tahun. Untuk mempercepat implementasi program tersebut, pemerintah membentuk Satuan Tugas Waste to Energy yang bertugas menyederhanakan berbagai regulasi agar pembangunan proyek dapat berjalan lebih cepat.

"Fokus kami adalah memastikan hambatan regulasi dapat diselesaikan sehingga proyek Waste to Energy dapat segera direalisasikan di berbagai daerah," katanya.

Sementara itu, Agung Wicaksono, mengatakan Pertamina menjadi salah satu perusahaan yang terlibat dalam program PSEL melalui proses seleksi yang kompetitif bersama perusahaan-perusahaan swasta nasional maupun internasional.

"Pertamina menjadi salah satu dari sekian banyak perusahaan yang terlibat dalam program PSEL ini dengan bersaing bersama perusahaan-perusahaan swasta besar nasional maupun internasional. Hal ini menunjukkan bahwa Pertamina memiliki daya saing untuk mendukung penyelesaian persoalan lingkungan melalui solusi energi," ujar Agung.

Agung menjelaskan, Pertamina mendapat mandat menangani proyek PSEL di kawasan Kertamantul yang meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul. Ketiga daerah tersebut menghasilkan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton per hari yang akan dikelola melalui teknologi insinerator untuk menghasilkan energi listrik yang lebih ramah lingkungan.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore