Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Juli 2026 | 18.58 WIB

Pemerintah Prediksi Harga Minyak Mentah Indonesia Juli 2026 Turun ke Kisaran USD 67-71 per Barrel

Ilustrasi eksplorasi migas lepas pantai. (Istimewa) - Image

Ilustrasi eksplorasi migas lepas pantai. (Istimewa)

JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memproyeksikan harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) Juli 2026 akan kembali turun.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman mengatakan, realisasi harga akan bergantung pada perkembangan pasar dan situasi geopolitik global.

Untuk Juli 2026, pemerintah memproyeksikan ICP berada pada kisaran USD 67 hingga USD 71 per barel. Angka tersebut lebih rendah dari ICP yang ditetapkan pada Juni 2026 di level USD 83,45 per barel.

Laode mengatakan, risiko yang masih perlu diperhatikan antara lain kemungkinan eskalasi serangan baru yang dapat mengganggu produksi minyak. Di sisi lain, peningkatan pasokan dari Timur Tengah setelah pembukaan Selat Hormuz berpotensi kembali menekan harga.

"Pemerintah terus memantau perkembangan pasar minyak internasional secara berkala guna memastikan kestabilan harga dan ketahanan energi nasional tetap terjaga dengan baik. Kami memastikan formula ICP tetap transparan mencerminkan dinamika pasar internasional agar tetap akuntabel bagi keuangan negara dan kegiatan usaha hulu migas," ujar Laode dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (18/7).

Ia menegaskan, Pemerintah akan menjadikan perkembangan pasokan, permintaan, serta kondisi geopolitik sebagai dasar pemantauan ICP pada periode berikutnya.

“Perubahan ketiga faktor tersebut akan menentukan arah harga minyak mentah Indonesia sepanjang Juli 2026,” ujarnya.

Laode mengatakan, selain meredanya ketegangan di Timur Tengah, gencatan senjata dan kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap turut memengaruhi pasar. Pembukaan jalur tersebut memperlancar pasokan minyak dunia dan menekan harga di pasar internasional.

Harga minyak turut dipengaruhi faktor fundamental pasar. International Energy Agency (IEA) memproyeksikan permintaan minyak dunia tumbuh 1,1 juta barel per hari (bph), sementara OPEC+ kembali meningkatkan produksi.

Rusia berencana meningkatkan pasokan minyak untuk memenuhi target OPEC+ 2026. Kenaikan pasokan dan perlambatan permintaan menekan harga minyak dunia.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore