Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Juli 2026 | 13.03 WIB

Program Swasembada Pangan Kementan Dongkrak Permintaan Alat Berat

Program swasembada pangan pemerintah turut mendukung permintaan alat berat. (Istimewa) - Image

Program swasembada pangan pemerintah turut mendukung permintaan alat berat. (Istimewa)

JawaPos.com - Industri alat berat nasional masih menunjukkan tren pertumbuhan positif di tengah penyesuaian anggaran pemerintah. Permintaan alat berat tetap terjaga, terutama dari sektor pertanian, konstruksi, kehutanan, hingga pertambangan, seiring berjalannya berbagai program strategis pemerintah, termasuk swasembada pangan.

"Pada kuartal pertama kami berhasil melampaui target penjualan. Artinya, kondisi pasar masih membutuhkan alat berat untuk kontinuitas mendukung pembangunan di sektor konstruksi, kehutanan, perkebunan, maupun pertambangan," ujar Presiden Direktur PT Hexindo Adiperkasa Tbk Dwi Swasono.

Menurut dia, mulai bergeliatnya kembali penjualan didorong peningkatan permintaan alat berat, khususnya untuk mesin berkapasitas besar. Dwi menuturkan, salah satu faktor yang menopang permintaan alat berat berasal dari program swasembada pangan yang tengah dijalankan pemerintah lewat kementan.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung yang membutuhkan penggunaan alat berat.

"Karena program swasembada pangan mencakup banyak kegiatan seperti cetak sawah, pengembangan tebu (sugarcane), hingga perkebunan sawit. Semua itu membutuhkan alat berat dalam jumlah besar," ujar Dwi.

Dia menjelaskan, pola investasi pelanggan sangat bergantung pada durasi proyek yang dikerjakan. Untuk proyek jangka panjang, kontraktor umumnya memilih membeli alat berat. Sebaliknya, proyek dengan masa pekerjaan yang lebih singkat cenderung menggunakan sistem sewa.

Dwi mengakui belanja pemerintah masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan pasar alat berat. Dia mencontohkan pengurangan anggaran pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berdampak pada penurunan investasi pembelian alat berat dan mendorong sebagian kontraktor beralih ke skema penyewaan.

"Sangat bergantung pada anggaran pemerintah. Contohnya proyek IKN. Ketika anggarannya dikurangi, investasi pembelian alat berat juga ikut berkurang dan sebagian beralih ke sistem rental," ucap Dwi.

Meski demikian, menurut Dwi, sektor agro dan kehutanan tetap menjadi penopang utama permintaan. Perusahaan perkebunan masih aktif melakukan ekspansi, sementara pelaku usaha kehutanan mulai mengganti alat-alat yang telah beroperasi lebih dari lima tahun.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore