
Ilustrasi wanita kelas menengah. (Freepik)
JawaPos.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen pada kuartal II 2026 dinilai tidak benar-benar mencerminkan tumbuhnya daya beli masyarakat.
Menurut Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, angka pertumbuhan ekonomi kali ini merupakan campuran antara momentum ekonomi yang memang menguat dan faktor yang sifatnya sementara.
Ia mencontohkan konsumsi pemerintah yang melonjak hampir 16 persen, karena realisasi belanja pegawai seperti gaji ke-13, program makan bergizi gratis (MBG), dan investasi yang tumbuh 6,87 persen.
Sementara itu, konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang utama ekonomi hanya tumbuh 5,06 persen, melambat dari kuartal sebelumnya.
Sebagian penguatan ekonomi masih ditopang oleh belanja pemerintah dan faktor musiman seperti libur sekolah serta hari besar keagamaan.
“Angka pertumbuhan yang tinggi belum sepenuhnya mencerminkan pemulihan daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah,” ujar Yusuf kepada JawaPos.com, Jumat (7/8).
Yusuf mengatakan, saat ini kelas menengah dan kelompok yang menuju kelas menengah menyumbang lebih dari 80 persen konsumsi nasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kelas menengah ini justru menyusut dan pola belanjanya semakin defensif.
Ia menyebut rumah tangga cenderung menunda pembelian barang tahan lama, memilih produk yang lebih murah, dan memprioritaskan kebutuhan pokok karena tekanan biaya hidup, cicilan, serta harga energi nonsubsidi.
“Konsumsi yang masih tumbuh belum tentu menunjukkan daya beli yang benar benar kuat,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022