
Corporate Secretary Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi bersama Manager Production Pertamina Lubricants Unit Jakarta, Dody Arief Aditya di Jakarta, Rabu (12/8). (Dimas Choirul/JawaPos.com)
JawaPos.com - PT Pertamina Lubricants terus memperluas pasar global di tengah ketatnya persaingan industri pelumas. Produk pelumas buatan dalam negeri tersebut saat ini telah dipasarkan ke 16 negara, dengan kontribusi ekspor sekitar 3 persen dari total penjualan.
Corporate Secretary Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi mengatakan, bisnis pelumas menjadi salah satu lini usaha Pertamina yang terus dikembangkan, selain sektor bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.
“Pertamina itu bisnisnya tidak hanya BBM ataupun LPG, tapi kita juga punya bisnis pelumas, baik untuk kendaraan maupun industri,” ujar Rika kepada wartawan di Production Unit Jakarta (PUJ), Jakarta Utara, Rabu (12/8).
Menurut dia, industri pelumas memiliki tingkat persaingan yang tinggi karena terdapat lebih dari 200 merek yang terdaftar di Indonesia. Kondisi tersebut membuat Pertamina Lubricants harus terus meningkatkan kualitas produk dan daya saing di pasar domestik maupun internasional.
“Di industri pelumas ini persaingannya sempurna. Jadi walaupun Pertamina itu BUMN, merek pelumas Pertamina bersaing dengan merek-merek lain, baik itu merek global kalau untuk di internasional, bahkan di domestik sendiri kita juga bersaing dengan merek global dan tentunya juga merek lokal,” jelasnya.
Saat ini, Pertamina Lubricants memiliki tiga fasilitas produksi di Indonesia, yakni Production Unit Jakarta, Gresik, dan Cilacap. Dari tiga fasilitas tersebut, PUJ menjadi pabrik dengan kapasitas terbesar mencapai 270.000 kiloliter per tahun, dari total gabungan secara keseluruhan 470.000 kiloliter per tahun.
Rika menyebut, fasilitas produksi tersebut menggunakan teknologi otomatisasi untuk menjaga kualitas dan konsistensi produk. Selain pasar dalam negeri, produk pelumas Pertamina juga telah memasuki pasar ekspor.
“Kita sudah merambah ke pasar mancanegara. Kita sudah merambah mencapai ke 16 negara untuk saat ini,” katanya.
Dari sisi volume, ekspor pelumas Pertamina saat ini masih memiliki porsi sekitar 3 persen dari keseluruhan penjualan. Manager Production Pertamina Lubricants Unit Jakarta Dody Arief Aditya menyebut volume ekspor tersebut mencapai sekitar 11.000 kiloliter per tahun.
“Sekitar 11.000 KL untuk ekspor per tahunnya,” ujar Dody.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022