
Ekonom UOB, Enrico Tanuwijaya (kiri) dalam acara UOB Media Editors Circle 2026, Jakarta, Rabu (12/8). (Djati Waluyo/ Jawapos.com)
JawaPos.com - Mempertahankan investasi asing menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah bagi pemerintah agar investor tetap berinvestasi dan melakukan reinvestasi di Indonesia.
Ekonom UOB, Enrico Tanuwijaya, mengatakan persoalan yang perlu mendapat perhatian bukan hanya menarik modal asing masuk, tetapi juga mendorong investor untuk kembali menanamkan modalnya di Indonesia atau melakukan reinvestasi.
Pasalnya, selama ini berdasarkan komponen primary income mencatat arus keluar yang antara lain berasal dari pembayaran dividen, pembayaran eksternal, serta pencairan atau pembayaran kembali pinjaman eksternal.
“Tiap kuartal USD 9 miliar itu keluar dalam bentuk pembayaran dividen, external payment, dan external loan disbursement atau payback," ujar Enrico dalam UOB Media Editors Circle 2026, Jakarta, Rabu (12/8).
Ia mengatakan, tingkat kepercayaan investor menjadi faktor penting agar modal yang telah ditanamkan di Indonesia dapat kembali diinvestasikan. Dengan begitu, pekerjaan rumah pemerintah yang pertama adalah memperkecil defisit primary income.
Enrico menilai semakin kecil defisit primary income, semakin besar peluang investor untuk mengolah kembali investasinya di Indonesia dibandingkan membawa hasil investasinya ke luar negeri.
"Defisitnya kalau mengecil ya artinya apa, mereka akan mau mengolah kembali investasi mereka, enggak dibawa pulang," ujarnya.
Lanjutnya, stabilitas nilai tukar rupiah sebagai faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan investor dan pasar. Menurutnya, pemerintah tidak harus membuat rupiah terus menguat tetapi menjaga nilai tukar tetap stabil dapat memberikan kepastian kepada pelaku pasar.
“Nilai tukar kita itu sangat berpengaruh kalau rupiah stabil aja ya, saya enggak bilang menguat, stabil itu akan memberikan confidence kepada pasar," ujar Enrico.
Enrico menyebut tekanan terhadap rupiah berkaitan dengan sejumlah faktor, termasuk defisit transaksi berjalan, kemungkinan kenaikan suku bunga, dan volatilitas yang tinggi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022