pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia dan global.
IHSG ditutup menguat 107,46 poin atau 1,68 persen ke posisi 6.501,59. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 11,27 poin atau 1,80 persen ke posisi 638,27.
"Bursa regional Asia menguat sejalan dengan penguatan bursa Wall Street, dimana pelaku pasar tampaknya mengesampingkan hasil rilis risalah The Fed yang mana banyak para pejabat The Fed mulai mendukung kenaikan tingkat suku bunga pada pertemuan bulan lalu," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Dari mancanegara, Nico mengatakan pelaku pasar cenderung fokus setelah turunnya imbal hasil obligasi pemerintahan Amerika Serikat (AS), yang mendorong pelaku pasar meningkatkan ke aset berisiko.
Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS menyusul pengumuman dari Departemen Keuangan AS yang meningkatkan pembelian kembali (buyback) obligasi jangka panjang menjadi sedikitnya 4 miliar dolar AS per operasi mulai 9 September 2026, dari sebelumnya sebesar 2 miliar dolar AS.
"Rencana kebijakan ini meredakan kekhawatiran atas kenaikan biaya pinjaman yang telah sangat membebani pasar ekuitas global," ujar Nico.
Dari kawasan Asia, pelaku pasar fokus terhadap keputusan moneter Bank Sentral China, yang mempertahankan suku bunga acuan pinjamannya tidak berubah pada level terendah sepanjang masa.
Suku bunga pinjaman utama (LPR) satu tahun dipertahankan di level 3,0 persen, sementara LPR lima tahun tetap di level 3,5 persen.
Keputusan tersebut menyusul janji bank sentral untuk mempertahankan sikap moneter akomodatif, sementara ekspektasi terhadap langkah-langkah stimulus lebih lanjut diperkuat oleh data ekonomi Juli 2026 yang lemah dan seruan Perdana Menteri China, Li Qiang untuk mempercepat pergeseran menuju pendorong pertumbuhan baru.
Pelaku pasar saat ini menunggu pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional di Beijing pada 25-28 Agustus 2026, untuk sinyal kebijakan lebih lanjut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022