
Pegawai menunjukan mata uang dolar AS dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Konflik geopolitik di Timur Tengah yang tak kunjung reda berpotensi semakin memberi tantangan untuk mencapai target yang ditetapkan pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Mantan Menteri BUMN, Laksamana Sukardi, mengatakan konflik yang terus terjadi di timur tengah membuat harga minyak dunia terus naik dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menjadi tantangan bagi Indonesia.
Pasalnya, dengan kondisi nilai tukar rupiah yang cukup lemah terhadap dollar dan konflik membuat Indonesia harus membayar impor energi lebih mahal dari sebelumnya.
“Bayangkan konflik geopolitik membuat harga minyak naik. Indonesia harus membayar impor energi lebih mahal. Jika pada saat yang sama dolar menguat, minyak menjadi semakin mahal dalam rupiah. Biaya transportasi naik. Biaya produksi naik. Inflasi meningkat,” ujar Sukardi dikutip, Minggu (23/8).
Sukardi mengatakan, dengan kondisi tersebut membuat Bank Indonesia (BI) menjadi semakin sulit untuk menurunkan suku bunga dan sejumlah efek lainya ke yang dapat berdampak langsung ke perekonomian Indonesia.
Ia menjelaskan, dengan kondisi tersebut maka biaya pembiyaan pemerintah akan tetap tinggi, konsumsi dan investasi dapat melemah, dan berimplikasi terhadap pertumbuhan ekonomi yang akan ikut tertekan.
“Jadi satu variabel saja minyak dapat merambat ke seluruh sistem. Minyak, rupiah, inflasi, bunga dan pertumbuhan bukan risiko yang berdiri sendiri. Mereka saling berhubungan,” ujarnya.
Sukardi melanjutkan, asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar USD 75 per barel dalam RAPBN 2027 tidak dapat langsung dianggap tidak realistis.
Menurut dia, harga minyak dapat berada pada level tersebut apabila kondisi geopolitik membaik dan pasokan minyak dunia kembali normal. Namun, risiko akan berbeda apabila harga minyak justru bergerak lebih tinggi hingga USD 90 atau bahkan USD 100 per barel.
Dalam kondisi tersebut, dampaknya terhadap fiskal Indonesia tidak sederhana. Kenaikan harga minyak memang dapat meningkatkan penerimaan negara dari sektor minyak dan gas bumi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022