
Ilustrasi pelayaran di Selat Hormuz (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia bergerak naik pada perdagangan Senin (7/9) pagi. Hal itu dipicu aksi saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terhadap kapal-kapal yang berlayar di Selat Hormuz dan wilayah lainnya. Aksi AS dan Iran ini meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan yang berkepanjangan dari Timur Tengah.
Melansir Investing pada pukul 08.10 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,78 poin atau 0,78 persen ke level 96,63 dollar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan perdagangan Jumat (4/9) pagi sebesar 95,61 dollar per barel.
Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 0,47 poin atau 0,50 persen ke level 91,91 dollar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan perdagangan Jumat (4/9) pagi sebesar 91,50 dollar per barel.
Dilansir Reuters, Pasukan AS menyerang tiga kapal tanker minyak Iran pada Sabtu (5/9), menurut Komando Pusat AS (U.S. Central Command), termasuk satu kapal yang berada di lepas pantai Pulau Kharg, dekat pusat ekspor minyak utama Iran.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan pada Sabtu (5/9) bahwa pihaknya menargetkan tiga kapal tanker minyak yang melintasi rute tidak resmi di Selat Hormuz, serta tiga kapal AS lainnya di wilayah berbeda. Serangan pada Sabtu tersebut merupakan “eskalasi besar dalam konflik maritim”, menurut perusahaan intelijen maritim Marisks.
“Kapal tanker komersial kini sengaja digunakan sebagai instrumen tekanan ekonomi timbal balik, sehingga secara signifikan mengaburkan perbedaan sebelumnya antara konfrontasi militer dan pelayaran komersial,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Rata-rata hanya 10 kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz setiap hari dalam 10 hari terakhir. Dan itu jadu jumlah terendah sejak Mei, berdasarkan data perusahaan analitik Kpler pada Senin.
Zona terbatas akan diumumkan di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang, kata Mohsen Rezaei, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, pada Minggu, menurut media pemerintah Iran.
Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) mempertahankan kebijakan produksi minyak untuk Oktober dalam pertemuan pada Minggu. Kelompok produsen tersebut mengatakan masih perlu menyepakati kuota baru sebelum menentukan langkah produksi berikutnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
