
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Nilai tukar Rupiah diperkirakan masih akan tertekan pada perdagangan pekan depan terhadap Dollar AS.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah sejalan dengan potensi penguatan indeks dolar AS. Ia memperkirakan indeks dolar AS pada pekan depan akan bergerak dalam rentang 90,30 hingga 100,20.
“Untuk rupiah sendiri kemungkinan mengalami pelemahan ya mencapai Rp 17.850-an bisa saja lebih dari Rp 17.850-an,” ujar Ibrahim dalam pesan suara yang diterima, Minggu (13/9).
Baca Juga:Ramalan Keuangan Zodiak Aquarius Minggu, 13 September 2026: Utamakan Rencana dan Kerja Keras
Ibrahim mengatakan, pergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi kondisi fundamental global, terutama perkembangan kebijakan moneter AS dan dinamika geopolitik yang masih memanas.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah konflik antara AS dan Iran di Timur Tengah. Peningkatan tensi geopolitik berpotensi mendorong investor meningkatkan kepemilikan aset berbasis dolar AS sebagai aset yang relatif lebih aman di tengah ketidakpastian.
Selain itu, perang Rusia-Ukraina juga masih menjadi sentimen yang membayangi pasar keuangan global. Konflik yang berkepanjangan dapat meningkatkan ketidakpastian dan mendorong volatilitas pasar mata uang.
Ibrahim juga menyoroti dampak konflik terhadap harga minyak mentah dunia. Ia memproyeksikan harga West Texas Intermediate (WTI) pada pekan depan berada dalam rentang USD 91,60 hingga USD 103,50 per barel.
Menurutnya, gangguan terhadap jalur pelayaran penting, khususnya di kawasan Timur Tengah, berpotensi membuat harga minyak kembali meningkat.
"Ini yang membuat harga minyak mentah terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan," ucapnya.
Kenaikan harga minyak kemudian menjadi perhatian karena dapat meningkatkan tekanan inflasi secara global. Bagi pasar keuangan, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022