Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 September 2026 | 14.15 WIB

Pasar Tunggu Sikap Suahasil soal Pengelolaan Fiskal Usai Reshuffle Menkeu

Suahasil Nazara mengucapkan sumpah jabatan saat dilantik sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). (BPMI Setpres) - Image

Suahasil Nazara mengucapkan sumpah jabatan saat dilantik sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). (BPMI Setpres)

JawaPos.com – Pelaku pasar diperkirakan akan mencermati ulang arah kebijakan fiskal pemerintah, usai pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.

Terutama soal sikap Suahasil terkait pengelolaan defisit anggaran dan disiplin APBN.

Di awal, pergantian ini dinilai berpotensi menambah ketidakpastian pasar dalam jangka pendek.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M. Rizal Taufikurahman mengatakan, perubahan pucuk pimpinan Kementerian Keuangan akan memengaruhi sentimen terhadap nilai tukar rupiah, Surat Berharga Negara (SBN), hingga pasar saham.

“Rekam jejak Suahasil di Kementerian Keuangan memberi modal kredibilitas, yang pada akhirnya pasar akan lebih melihat konsistensi menjaga defisit, kualitas belanja, dan disiplin APBN daripada sekadar pergantian figur,” ujar Rizal kepada JawaPos.com, Selasa (15/9).

Menurut dia, penentuan waktu atau timing pergantian Menkeu saat ini juga cukup sensitif.

Sebab, kondisi global masih diwarnai tekanan eksternal, sementara rupiah dinilai masih rentan dan kebutuhan pembiayaan program prioritas pemerintah terus meningkat.

“Oleh karena itu, ruang bagi ketidakpastian harus dipersempit melalui komunikasi kebijakan yang cepat, jelas, dan konsisten agar transisi tidak menambah premi risiko fiskal,” katanya.

Rizal menekankan bahwa penilaian terhadap reshuffle Menteri Keuangan seharusnya tidak hanya dilihat dari aspek personal, melainkan dari substansi kebijakan yang akan dijalankan.

“Jika pergantian ini diarahkan untuk memperkuat disiplin fiskal, koordinasi kebijakan, dan kredibilitas APBN, ada rasionalitas ekonominya. Tetapi jika tekanan belanja, kualitas prioritas, dan tata kelola fiskalnya tetap sama, maka pergantian hanya berhenti pada figur tanpa menyelesaikan akar persoalan,” tuturnya.

Editor: Bayu Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore