Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2026 | 15.43 WIB

Kadar Nikel Makin Rendah, Industri Smelter Indonesia Hadapi Tantangan Baru

Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Rizal Kasli. (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Rizal Kasli. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Industri nikel Indonesia menghadapi tantangan baru di tengah perkembangan hilirisasi. Pelaku industri harus menghadapi kadar bijih nikel yang semakin rendah sambil menjaga volume produksi.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Rizal Kasli mengatakan kadar bijih saprolit turun dari kisaran 1,8 persen menjadi sekitar 1,6 persen. Sedangkan kadar limonit yang diolah dengan hidrometalurgi berada di kisaran 1,2 persen atau lebih rendah.

"Kualitas bijih nikel saat ini mengalami penurunan. Dulu kita memproses kadar nikel sekitar 1,8 persen, sekarang untuk saprolit sudah turun menjadi 1,6 persen," kata Rizal di T50 Summit Indonesia Forum 2026 di Jakarta, Senin (21/9).

Penurunan kadar membuat efisiensi penambangan dan pengolahan jadi makin penting. Menurut Rizal, penggunaan alat berat, pengangkutan material, konsumsi bahan bakar, kondisi jalan tambang sampai perawatan peralatan perlu dikelola dengan cermat.

"Yang paling penting adalah biaya energi per ton material yang kita lakukan," ujarnya.

Pengendalian payload, konsumsi bahan bakar, waktu siklus, kondisi jalan, dan penerapan predictive maintenance menjadi langkah untuk menekan biaya operasional.

Dari sisi pengolahan, saprolit dengan kadar lebih tinggi biasanya diproses lewat pirometalurgi seperti rotary kiln electric furnace (RKEF). Proses ini menghasilkan nickel pig iron (NPI) dan feronikel. Limonit olahan dengan hidrometalurgi seperti high pressure acid leach (HPAL) mendukung rantai pasok bahan baku baterai.

Rizal mencatat ada 415 izin usaha pertambangan (IUP) nikel di Indonesia, dengan 384 di antaranya berstatus operasi produksi. Sementara fasilitas pengolahan yang terdata mencapai 79 fasilitas.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore