Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 September 2026 | 23.27 WIB

Indonesia Ekspor Vaksin Hewan Perdana Ke Afrika, Nilai Perdagangan Tembus Rp 1,9 Miliar

Ilustrasi pemberian vaksin pada hewan (Dok Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang).  - Image

Ilustrasi pemberian vaksin pada hewan (Dok Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang). 

JawaPos.com – Kementerian Pertanian (Kementan) mengekspor 8,475 juta dosis vaksin hewan keempat negara Afrika. Langkah ini menunjukkan dan memperkuat daya saing industri kesehatan hewan sekaligus memperluas pasar ekspor nasional.

"Ekspor vaksin ini membuktikan produk Indonesia mampu bersaing dan menembus pasar internasional," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan Agung Suganda dikutip dari Antara pada Jumat (25/9).

Ekspor perdana vaksin hewan produksi PT Vaksindo Satwa Nusantara itu akan masuk di Zambia, Uganda, Malawi, dan Republik Demokratik Kongo. "Untuk sampai ke sana, produk kita harus memenuhi persyaratan dan standar yang tidak mudah. Karena itu, capaian ini harus terus kita perluas ke semakin banyak negara," ujar Agung.

Adapun ekspor perdana tersebut mencakup 8,475 juta dosis vaksin itu bernilai USD 106.875,80 atau sekitar Rp 1,9 miliar. Ia menegaskan Kementan terus mendorong industri kesehatan hewan nasional memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Kinerja ekspor obat hewan nasional juga menunjukkan jangkauan pasar yang semakin luas. Berdasarkan data Kementan, nilai ekspor obat hewan Indonesia pada 2025 mencapai USD 438,10 juta.

Sementara, sepanjang Januari-Juli 2026, nilai ekspor tercatat USD 66,37 juta. Produk obat hewan Indonesia kini telah dipasarkan ke-95 negara di berbagai kawasan dunia. Agung menegaskan capaian tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen produk kesehatan hewan bernilai tambah.

"Kita ingin industri vaksin dalam negeri tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga mengambil peran yang semakin besar di pasar global," tuturnya. Lebih lanjut, dia mengatakan pemerintah akan terus mendorong dan mendampingi industri agar produk Indonesia semakin luas diterima di mancanegara.

Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan terus memperkuat dukungan bagi industri obat hewan melalui pemenuhan persyaratan teknis, penguatan regulasi, komunikasi dengan otoritas veteriner negara tujuan, penjaminan mutu, serta pembukaan akses pasar baru.

Agung juga menekankan pentingnya sistem pengujian nasional. Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) telah mendapat pengakuan sebagai laboratorium rujukan ASEAN untuk pengujian vaksin hewan.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore