
Ilustrasi pemberian vaksin pada hewan (Dok Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang).
JawaPos.com – Kementerian Pertanian (Kementan) mengekspor 8,475 juta dosis vaksin hewan keempat negara Afrika. Langkah ini menunjukkan dan memperkuat daya saing industri kesehatan hewan sekaligus memperluas pasar ekspor nasional.
"Ekspor vaksin ini membuktikan produk Indonesia mampu bersaing dan menembus pasar internasional," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan Agung Suganda dikutip dari Antara pada Jumat (25/9).
Ekspor perdana vaksin hewan produksi PT Vaksindo Satwa Nusantara itu akan masuk di Zambia, Uganda, Malawi, dan Republik Demokratik Kongo. "Untuk sampai ke sana, produk kita harus memenuhi persyaratan dan standar yang tidak mudah. Karena itu, capaian ini harus terus kita perluas ke semakin banyak negara," ujar Agung.
Adapun ekspor perdana tersebut mencakup 8,475 juta dosis vaksin itu bernilai USD 106.875,80 atau sekitar Rp 1,9 miliar. Ia menegaskan Kementan terus mendorong industri kesehatan hewan nasional memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.
Kinerja ekspor obat hewan nasional juga menunjukkan jangkauan pasar yang semakin luas. Berdasarkan data Kementan, nilai ekspor obat hewan Indonesia pada 2025 mencapai USD 438,10 juta.
Sementara, sepanjang Januari-Juli 2026, nilai ekspor tercatat USD 66,37 juta. Produk obat hewan Indonesia kini telah dipasarkan ke-95 negara di berbagai kawasan dunia. Agung menegaskan capaian tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen produk kesehatan hewan bernilai tambah.
"Kita ingin industri vaksin dalam negeri tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga mengambil peran yang semakin besar di pasar global," tuturnya. Lebih lanjut, dia mengatakan pemerintah akan terus mendorong dan mendampingi industri agar produk Indonesia semakin luas diterima di mancanegara.
Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan terus memperkuat dukungan bagi industri obat hewan melalui pemenuhan persyaratan teknis, penguatan regulasi, komunikasi dengan otoritas veteriner negara tujuan, penjaminan mutu, serta pembukaan akses pasar baru.
Agung juga menekankan pentingnya sistem pengujian nasional. Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) telah mendapat pengakuan sebagai laboratorium rujukan ASEAN untuk pengujian vaksin hewan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022