Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Oktober 2026 | 20.59 WIB

BPS Catat Inflasi September 2026 Sebesar 3,28 Persen, Dipicu Komoditas Pangan

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik, Juli. Senin (3/8). (Djati Waluyo/JawaPos.com) - Image

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik, Juli. Senin (3/8). (Djati Waluyo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat inflasi pada September 2026 sebesar 3,28 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama 2025 atau year on year (yoy).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan, inflasi Indonesia secara bulanan tercatat sebesar 0,30 persen pada September 2026, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,97 pada Agustus 2026 menjadi 112,31.

Ateng, menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan September 2026 dengan andil inflasi 0,26 persen dan tingkat inflasi sebesar 0,88 persen.

“Komoditas yang dominan menyumbang inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,08 persen, cabai merah dengan andil inflasi 0,06 persen, daging ayam ras dengan andil inflasi 0,05 persen, beras dengan andil inflasi 0,03 persen, telur ayam ras dengan andil inflasi 0,02 persen, dan kangkung dengan andil inflasi 0,01 persen” ujar Ateng pada konferensi pers di Jakarta, Kamis (1/10).

Ateng mengatakan, salah satu penyebab inflasi pada September 2026 adalah peningkatan daging ayam ras akibat kebutuhan program makan bergizi gratis (MBG).

“Didorong oleh kebutuhan program MBG di beberapa daerah serta juga adanya kenaikan harga pakan ternak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan komponen, komponen bergejolak mengalami inflasi 1,46 persen dengan andil inflasi 0,24 persen, dan komponen inti mengalami inflasi 0,10 persen dengan andil inflasi 0,06 persen. Sementara itu, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi mendekati 0 persen.

Sementara itu, jika dilihat menurut wilayah, dari 38 provinsi, 36 provinsi mengalami inflasi dan 2 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sulawesi Utara sebesar 3,53 persen. Adapun deflasi terdalam terjadi di Nusa Tenggara Timur sebesar 0,35 persen.

Secara tahunan, inflasi September 2026 mencapai 3,28 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi September 2025 sebesar 2,65 persen.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore