
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan paparan pada konferensi pers Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Semester 2 Tahun 2026 di Jakarta, Senin (22/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia perlu mempercepat transformasi ekonomi untuk mengejar laju pertumbuhan Vietnam.
Menurutnya, pengembangan digitalisasi, semikonduktor, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu sektor yang perlu didorong.
Airlangga mengatakan, Vietnam telah lebih dahulu memperluas industrinya hingga sektor tier 3, selain mengembangkan hilirisasi. Sementara itu, struktur industri Indonesia dinilai masih banyak bertumpu pada sektor tier 1 dan tier 2.
"Dan yang double dari angka kita adalah negara tetangga, Vietnam, yang juga dengan selain hilirisasi mereka masuk juga ke industri yang di tier 3. Jadi kalau kita lihat tier 1 adalah agro-based industry, tier 2 adalah industrialisasi yang bread and butter, dan di tier 3 itu sudah masuk digitalisasi, semikonduktor, dan yang lain," ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (6/10).
Airlangga mengatakan, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini berada di kisaran 5 persen. Untuk mengejar Vietnam yang mampu mencapai sekitar 9 persen, Indonesia perlu mempercepat pengembangan sektor-sektor dengan nilai tambah lebih tinggi.
“Kalau kita mau mengejar Vietnam yang bisa mencapai 9 persen, maka kita harus lari juga ke digitalisasi, semikonduktor, AI. Jadi itu seluruhnya leverage yang Vietnam sudah lakukan lebih dulu dari Indonesia," ucapnya.
Selain pengembangan industri, Airlangga menyoroti perbedaan skala kawasan ekonomi khusus (KEK) antara Indonesia dan Vietnam.
Menurutnya, luas KEK di Indonesia saat ini sekitar 24.000 hektare. Sementara Vietnam memiliki kawasan serupa dengan luas mencapai sekitar 2 juta hektare.
"Bayangkan Indonesia punya special economic zone itu kira-kira 24.000 hektar. Vietnam punya special economic zone 2 juta hektar. Jadi dia lebih masif dari kita, lebih berani, dan sebetulnya dari segi kepastian usaha, mereka juga memberikan pelayanan yang baik kepada para investor," jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022