
Ilustrasi truk angkut barang (Istimewa).
JawaPos.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap ada kebijakan pembatasan operasional angkutan barang saat liburan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 nanti. Regulasi ini khususnya diberlakukan pada truk sumbu tiga atau tanpa mempertimbangkan karakteristik masing-masing industri.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Erwin Aksa mengatakan pada prinsipnya pemerintah perlu melakukan pengaturan lalu lintas selama periode Nataru. Tujuannya untuk menjaga keselamatan, mengurangi kepadatan, dan memberikan kelancaran bagi mobilitas masyarakat.
“Namun, kami berharap pemerintah juga perlu mempertimbangkan dari kerugian yang dialami sektor industri jika itu kebijakan itu diterapkan,” ujar Erwin dalam keterangannya pada Rabu (7/10).
Pasalnya, menurut Erwin, persoalan ini hampir setiap tahun menjadi perhatian dunia usaha. Bagi industri, periode Nataru bukan berarti kegiatan produksi dan distribusi berhenti. Namun justru permintaan terhadap sejumlah barang meningkat.
“Karena itu, apabila pembatasan dilakukan terlalu lama atau cakupannya terlalu luas, dampaknya bisa berupa terganggunya pasokan bahan baku, distribusi barang, meningkatnya biaya logistik, hingga terjadinya kelangkaan produk tertentu di daerah tujuan,” katanya.
Dia menuturkan salah satu yang perlu mendapat perhatian adalah industri air minum dalam kemasan (AMDK). Karena, menurutnya, air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan permintaannya dapat meningkat selama periode libur panjang.
“Jadi, jangan sampai pembatasan angkutan justru menyebabkan distribusi AMDK ke masyarakat, kawasan wisata, hotel, restoran, maupun ritel terganggu,” ucapnya.
Selain itu, hal serupa juga dirasakan industri semen, keramik, kaca lembaran dan industri lain yang mempunyai karakteristik produksi kontinu serta membutuhkan kendaraan dengan kapasitas dan konfigurasi tertentu. Karena, menurutnya, tidak semua muatan dapat begitu saja dipindahkan ke kendaraan yang lebih kecil.
“Jika dipaksakan, jumlah perjalanan justru bisa bertambah, sehingga biaya logistik meningkat dan belum tentu efektif mengurangi kepadatan lalu lintas,” tukasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng vs Persebaya di Super League, Green Force Berpeluang Curi Tiga Poin
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain Persik vs Madura United: Reina Siapkan Strategi Terbaik
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Suahasil Buka Suara soal Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Fokusnya!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang
Adhyaksa FC Bekasi Vs PSGC Ciamis: Misi Bangkit Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022