Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Oktober 2026 | 02.02 WIB

IHSG Ditutup Melemah Ikuti Perrgerakan Bursa Saham Kawasan Asia

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup melemah 46,21 poin atau 0,75 persen ke posisi 6.146,76. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,44 poin atau 0,40 persen ke posisi 605,72.

"Bursa Asia didominasi pelemahan seiring kenaikan kembali harga minyak akibat berlanjutnya ancaman terhadap pasokan energi dari Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi dan potensi kenaikan suku bunga," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari mancanegara, Nico mengatakan investor menantikan publikasi risalah rapat terbaru The Fed serta pernyataan kebijakan dari para pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut.

Dari dalam negeri, cadangan devisa sedikit menurun menjadi 146,3 miliar dolar AS pada September 2026, dari sebelumnya 146,5 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya yang merupakan level tertinggi dalam lima bulan.

Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan langkah stabilisasi rupiah oleh Bank Indonesia (BI) sebagai respons terhadap ketidakpastian yang masih tinggi di pasar keuangan global.

Meskipun mengalami penurunan, posisi cadangan devisa tetap kuat atau setara dengan 5,3 bulan impor, atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di sekitar tiga bulan impor.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor keuangan yang menguat sebesar 0,04 persen.

Sedangkan, sepuluh sektor melemah yaitu sektor energi turun paling dalam sebesar 1,48 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor barang konsumen primer yang turun masing-masing sebesar 1,28 persen dan 1,21 persen.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore