Kondisi alur sungai usai diterjang banjir bandang di Batu Busuk, Padang, Sumatera Barat. (Kurniawan Mas'ud/ PFI Tangerang)
JawaPos.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan kehidupan masyarakat di Sumatera kembali pulih seperti sediakala pasca dilanda banjir bandang. Selama setahun terakhir, pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur rusak.
Dody mengatakan, pendampingan kepada masyarakat terus dilakukan agar pemulihan kehidupan terus berjalan. Segala kerusakan infrastruktur diperbaikan semaksimal mungkin.
"Akses yang terputus dibuka kembali, jalan dan jembatan dipulihkan, layanan air bersih ditangani, hunian sementara disiapkan, serta fasilitas masyarakat dan pelayanan publik dibangun kembali agar aktivitas warga dapat berjalan lagi," kata Dody, Rabu (7/10).
Menurutnya, pemerintah tidak bisa hanya memperbaiki kerusakan infrastruktur. Aktivitas masyarakat sehari-hari harus kembali seperti sebelum bencana melanda.
"Ketika jalan kembali dilalui, anak-anak bisa kembali bersekolah, warga dapat bekerja, kebutuhan sehari-hari kembali terjangkau, dan keluarga mulai menata hari-harinya," imbuhnya.
Atas dasar itu, pelibatan masyarakat langsung dalam kegiatan sehari-hari perlu dilakukan. Dengan begitu, masyarakat bisa menjalani kegiatan padat karya, mendapat penghasilan hingga membenahi lingkungan tempat tinggal.
"Aceh dan wilayah terdampak lainnya perlahan bangkit. Pekerjaan masih terus berjalan, satu demi satu kebutuhan diselesaikan, agar masyarakat tidak hanya kembali memiliki jalan, air, dan tempat tinggal, tetapi juga kembali memiliki kepastian untuk melanjutkan hidup," pungkas Dody.
Hingga 22 September lalu, program rehabilitasi dan rekonstruksi Kementerian PU di tiga provinsi terdampak sudah berjalan. Progam itu mencakup 370 fasilitas peribadatan, 121 fasilitas kesehatan, dan 364 fasilitas pendidikan keagamaan.
Di Provinsi Aceh, terdapat 137 fasilitas peribadatan yang masuk dalam program, dengan 109 lokasi telah mulai konstruksi. Di Sumatera Utara terdapat 208 fasilitas dengan 64 lokasi mulai konstruksi, sedangkan di Sumatera Barat terdapat 25 fasilitas dengan tiga lokasi telah mulai konstruksi.
Sementara untuk fasilitas kesehatan, program mencakup 50 fasilitas di Aceh dengan 43 lokasi telah mulai konstruksi. Kemudian 36 fasilitas di Sumatera Utara dan 21 lokasi mulai konstruksi. di Sumatera Barat terdapat 35 fasilitas dengan 17 lokasi telah mulai konstruksi.
Pemulihan juga menyasar fasilitas pendidikan keagamaan. Di Aceh terdapat 207 madrasah dan 69 pondok pesantren, di Sumatera Utara 57 madrasah, serta di Sumatera Barat 29 madrasah dan dua pondok pesantren yang masuk dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi.