
Menteri Keuangan Suahasil Nazara bersama Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin menyampaikan keterangan pers usai Sidang Paripurna Luar Biasa ke-2 DPD Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, mencatat realisasi anggaran subsidi dan kompensasi mencapai Rp 376,8 triliun sampai dengan akhir September 2026 atau meningkat 54,1 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu atau year on year (yoy).
Ia mengatakan, mayoritas realisasi subsidi dan kompensasi energi disalurkan untuk melakukan membayarka PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero).
"Pembayaran subsidi dan kompensasi yang sejak tahun 2026 ini dilakukan secara bulanan, itu membuat seluruh pembayaran subsidi dan kompensasi terutama ke PLN dan Pertamina saat ini sudah Rp376,8 triliun," ujar Suahasil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10).
Suahasil mengatakan, realisasi penyaluran kepada dua perusahaan pelat merah tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan penyaluran pada September 2025.
Ia menjelaskan, periode yang sama tahun lalu penyaluran subsidi dan kompensasi mencapai Rp 244,6 triliun.
"Artinya, badan usaha yang mendapatkan penugasan untuk menjalankan harga barang bersubsidi itu dapat cashflow-nya lebih besar dari APBN," ujarnya.
Lanjutnya, dari total tersebut, realisasi anggaran subsidi mencapai Rp 222,5 triliun. Sedangkan realisasi anggaran kompensasi tercatat sebesar Rp 154,4 triliun.
Jika dirinci, dari anggaran sebesar Rp 376,8 triliun dipakai untuk subsidi BBM sebesar 13.408,6 ribu kiloliter atau naik 9,1 persen yoy, subsidi LPG 3 kg 5.761,6 juta kilogram atau naik 2,2 persen yoy.
Kemudian subsidi listrik untuk 43,4 juta pelanggan atau naik 2,1 persen yoy, subsidi pupuk 6,6 juta ton atau naik 15,7 persen yoy, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke 3,7 juta debitur atau naik 7,9 persen yoy.
"Ini adalah cara kita mengelola APBN untuk melindungi masyarakat. Kalau masyarakat terus bekerja menggunakan BBM, LPG, listrik, pupuk, KUR, itu berarti APBN-nya juga menumbuhkan kegiatan ekonomi," ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022