
Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Sugiarto Oentoro (tengah) melepas keberangkatan calon jamaah haji di Terminal 2, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (22/04/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pergantian kepemimpinan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada Kamis (8/10) berlangsung di tengah proses transformasi maskapai nasional. Garuda mulai menunjukkan perbaikan kinerja pasca melewati restrukturisasi dan berbagai tekanan bisnis.
Namun, pekerjaan untuk memperkuat kesehatan keuangan, memulihkan kapasitas armada, dan meningkatkan daya saing masih terus berlanjut. Dalam momentum tersebut, Fadjar Prasetyo mengakhiri masa tugasnya sebagai Komisaris Utama setelah lebih dari dua tahun menjabat. Sementara itu, Glenny H. Kairupan beralih dari posisi Direktur Utama menjadi Komisaris Utama. Posisi Direktur Utama kini ditempati oleh Thomas Sugiarto Oentoro.
Keduanya memiliki latar belakang panjang di dunia penerbangan militer, dengan membawa pendekatan kepemimpinan yang berbeda dalam menjalankan mandat korporasi.
Fadjar turut mengawal penguatan tata kelola dan kesinambungan penyehatan perusahaan pada periode krusial pascarestrukturisasi. Sementara Glenny memimpin fase stabilisasi bisnis dan operasional, termasuk percepatan pemulihan armada serta penguatan kinerja perusahaan.
Fadjar Prasetyo, Mengawal Penyehatan dan Fondasi Pemulihan
Fadjar bergabung sebagai Komisaris Utama Garuda Indonesia pada Mei 2024. Sebelum memasuki lingkungan korporasi, dia memiliki pengalaman panjang sebagai penerbang militer dan menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Udara periode 2020–2024.
Fadjar dipercaya mengisi posisi tersebut ketika Garuda masih menghadapi fase krusial setelah restrukturisasi. Meski restrukturisasi utang telah ditempuh, perseroan masih membutuhkan pembenahan fundamental untuk menjaga kelangsungan usaha, memperkuat struktur keuangan, dan memulihkan kapasitas operasional.
Dalam kondisi tersebut, Dewan Komisaris berperan memastikan agenda penyehatan dan dukungan permodalan berjalan sesuai prinsip tata kelola, pengelolaan risiko, serta keberlanjutan bisnis.
Bagi Fadjar, pengabdian di lingkungan korporasi merupakan kelanjutan tanggung jawab terhadap kepentingan bangsa. Terlebih, Garuda memiliki dua mandat yang harus berjalan beriringan, yakni sebagai entitas bisnis yang dituntut sehat secara komersial dan sebagai flag carrier yang merepresentasikan Indonesia di dunia internasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022